Relationship

Adakah Efek ke Janin jika Suami 'Keluar di Dalam'? Ini Posisi Disarankan Dokter

Banyak pertanyaan diutarakan pasangan soal hubungan intim saat hamil. Apakah diperbolehkan? Berbahayakah pada janin,

Adakah Efek ke Janin jika Suami 'Keluar di Dalam'? Ini Posisi Disarankan Dokter
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak pertanyaan diutarakan pasangan soal hubungan intim saat hamil. Apakah diperbolehkan? Berbahayakah pada janin, termasuk soal mengeluarkan sperma di 'dalam'.

Salah satunya ditanyakan wanita usia 25 tahun ini kepada Team Dokter klikdokter.com. Berikut pertanyaannya:

Saya saat ini sedang hamil 18 minggu, mengapa pinggang dan punggung saya sering nyeri di usia kehamilan ini? dan mengapa perut suka kram? selama awal kehamilan normal dan tidak pernah flek. oh ya saya mau tanya lagi apakah ada efek apabila suami mengeluarkan sperma ke dalam rahim? apakah sperma suami yang masuk dapat mengganggu si janin? Mohon jawabannya Terima kasih

Baca: Kekasih Diperkosa di Depan Mata, Remaja 19 Tahun Akhiri Hidup

Dilansir klikdokter.com, dr. Adithia Kwee terlebih dahulu menjelaskan tentang usia kehamilan 18 minggu.

Saat ini panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini adalah sekitar 12,5 - 14 cm dan berat badan janin berkisar 120 - 150 gram. "Nyeri pinggang dan punggung terjadi karena beban yang ditumpu oleh pinggang dan punggung Anda ikut meningkat," ujarnya.

Jika kondisi kehamilan Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun.

"Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehan," imbuh dr. Adithia.

Baca: Baru Nikah 2 Bulan, Pria Ini Kehilangan Istrinya yang Baru Berusia 15 Tahun

Baca: Istri Keluhkan Mr P Suami Kurang Keras, Benarkah Rokok Penyebabnya?

Bahayakah pergerakan sperma terhadap kontraksi rahim? Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama.

Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi wanita di atas terutama pada kehamilan di trimester ketiga. Pada usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dimana kepala janin sudah memasuki rongga panggul, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perdarahan atau persalinan dini. Apabila terdapat keputihan yang abnormal sebaiknya pasangan tidak melakukan hubungan intim.

Baca: Kenali Lima Tanda Kelainan pada Mr P Anda

Baca: Jangan Cepat Menyimpulkan, Video Dua Anak Tanpa Pakaian Ditinggal dalam Mobil Sudah Diklarifikasi

Baca: Menurunkan Berat Badan pada Pria Lebih Mudah dan Menyehatkan, Mengapa Wanita Sebaliknya?

"Apabila terjadi keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda," saran Adithia.

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved