Hancur Akibat Perang Saudara, Jerman Nyatakan Siap Bantu Bangun Suriah, Syaratnya

Pemerintah Jerman menyatakan siap berkontribusi untuk membangun kembali Suriah yang hancur akibat perang saudara dengan syarat.

Hancur Akibat Perang Saudara, Jerman Nyatakan Siap Bantu Bangun Suriah, Syaratnya
(AFP)
Seorang pria yang kehilangan anggota keluarganya menangis sambil duduk di depan rumahnya yang hancur akibat serangan udara pasukan rezim Suriah di desa Maaret al-Numan, Provinsi Idlib 

TRIBUNJAMBI.COM, BERLIN - Pemerintah Jerman menyatakan siap berkontribusi untuk membangun kembali Suriah yang hancur akibat perang saudara dengan syarat.

Disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Berlin bersedia ikut serta dalam upaya membangun kembali Suriah jika dicapai solusi politik untuk digelarnya pemilihan yang adil di negara itu.

Baca: Rentang Waktu 2020-2035, China Bakal Kehilangan 100 Juta Penduduknya, Kemana? Apa Sebabnya?

Pernyataan Maas itu sekaligus menjawab pertanyaan yang dilontarkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Agustus lalu yang meminta negara-negara Eropa untuk bertindak dalam rekonstruksi Suriah.

"Jika ada solusi politik di Suriah yang mengarah pada terlaksananya pemilihan yang bebas maka kami siap untuk ikut mengambil tanggung jawab dalam rekonstruksi," tulis Maas dalam akun twitter-nya, Jumat (14/9/2018).

"Adalah keuntungan bagi kami jika Suriah menjadi negara yang stabil. Untuk itu rekonstruksi diperlukan dan kami memiliki peran penting dalam hal itu," tambahnya dilansir The New Arab.

Pada kesempatan yang sama, Maas turut menggarisbawahi permintaan Berlin agar Moskwa dapat menggunakan pengaruhnya untuk membuat Presiden Bashar al-Assad membatalkan rencana penyerangan besar-besaran ke Idlib yang dikendalikan pemberontak.

Baca: Rizky Febian Sampai Nangis-nangis, Cium Kaki Lina, Minta Agar Tidak Lakukan Ini ke Sule

"Saya akan mencoba meyakinkan kolega saya, Lavrov (Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov), harapan kami bahwa seharusnya serangan besar di Idlib tidak perlu terjadi," lanjut Maas.

Pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia telah mengepung wilayah Idlib dalam beberapa pekan terakhir.

Hal tersebut menyulut kekhawatiran akan terjadinya serangan udara maupun darat yang akan segera terjadi untuk merebut wilayah kantong terakhir itu dari kelompok oposisi.

Selama kunjungannya ke Berlin pada bulan Agustus, Putin telah meminta negara-negara Eropa untuk ikut mendanai rekonstruksi Suriah hingga memungkinkan bagi jutaan pengungsi untuk pulang.

Halaman
12
Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help