Tidak Pernah Mandi, Wanita Suku Himba Diakui Paling Indah di Afrika

Wanita suku Himba menyakini bahwa hanya dengan menggunakan otjize, tubuh mereka akan tetap bersih tanpa harus mandi dengan air.

Tidak Pernah Mandi, Wanita Suku Himba Diakui Paling Indah di Afrika
FernandoQuevedo/Getty Images
Suku Himba di Afrika 

TRIBUNJAMBI.COM - Suku Merah adalah suku yang berasal dari Namibia utara. Disebut juga dengan Suku Himba, suku ini populasinya hanya berjumlah sekitar 50 ribu. Wanita dari suku ini tidak pernam mandi. Karena, mereka tidak mandi dengan air. Namun, wanita Suku Merah ini diakui sebagai yang paling indah di seluruh Afrika.

Bukan hanya itu saja, kebiasaan suku Himba di Namibia membuatnya semakin dikenal di mancanegara. Suku Himba dikenal dengan penduduknya yang tidak mandi dengan air, karena lingkungan tempat tinggal mereka menjadi tempat paling ekstrim di bumi dengan iklim gurun yang membuat wilayah tersebut mengalami kekurangan air.

Baca: VIDEO: Ini Tarian Batiko Umbai Suku Anak Dalam yang Memukau Dirjen KSDAE

Karena tidak mandi dengan air, sebagai gantinya mereka mengoleskan tubuh mereka dengan Otjize. Mentega dan oker merah yang dapat menjaga kulit mereka agar terlindungi dari matahari dan serangga.

Mereka memilih warna merah karena adanya sebuah kepercayaan yang mengatakan bahwa warna merah adalah simbol dari bumi dan darah.

Baca: Terjun ke Gunung yang Diisukan Dihuni Suku Kanibal, Kopassus Malah Turun ke Tengah Kampung

Otjize dibuat dengan cara menghancurkan batu oker merah menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, pecahan tersebut dicampur dengan lemak dan mentega yang telah dipanaskan menggunakan asap.

Lapisan merah yang terdapat dalam oker dapat membantu melawan radiasi matahari yang menyengat, sekaligus menjaga kulit tetap lembap.

Suku Himba menggunakan oker merah untuk menjaga kulitnya
Suku Himba menggunakan oker merah untuk menjaga kulitnya (FernandoQuevedo/Getty Images)

Baca: Habisi Pemberontak Secara Senyap, Pasukan Elit TNI Gunakan Senjata Maut Suku Dayak

Wanita suku Himba menyakini bahwa hanya dengan menggunakan otjize, tubuh mereka akan tetap bersih tanpa harus mandi dengan air.

Tidak hanya pada tubuh saja, wanita suku Himba juga menggunakan otjize di bagian rambut. Sebelum dilumuri dengan otijize, rambut para wanita harus dibentuk seperti kepangan. Tidak hanya untuk mempermudah pemakaian otjize, kepangan tersebut juga digunakan sebagai penanda status mereka.

Baca: Mulai Voodoo di Afrika Sampai Kanibalisme di Solomon, Ini 7 Ritual Tak Biasa yang Masih Dilakukan

Bagi wanita yang belum menikah, mereka akan membagi kepangan rambutnya menjadi dua. Sedangkan untuk wanita yang telah menikah, mereka akan membagi kepangan rambutnya dalam jumlah banyak.

Hal ini juga berlaku bagi pria dari suku Himba. Bagi pria yang belum menikah, mereka akan menata rambutnya seperti bentuk tanduk di kedua sisinya. Sedangkan pria yang sudah menikah, mereka hanya menutup rambutnya dengan menggunakan penutup kepala dan tidak perlu mengubah bentuk rambutnya. (*)

Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help