Vaksin MR

Temuan Kasus Rubella di Kota Jambi Meningkat 10 Kali Lipat

Cepat tanggapnya Pemkot Jambi dalam menyukseskan Program Imunisasi Measles Rubella (MR) bukan tanpa sebab.

Temuan Kasus Rubella di Kota Jambi Meningkat 10 Kali Lipat
net
Ilustrasi: anak terkena rubella 

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Cepat tanggapnya Pemkot Jambi dalam menyukseskan Program Imunisasi Measles Rubella (MR) bukan tanpa sebab. Temuan kasus Rubella di Jambi tidak sedikit.

Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda KIPI) Dr Retno Kusumastuti Sp.A menjelaskan setiap ada temuan sakit yang dicurigai Rubella, sampel darah dikirim ke Jakarta untuk dapat kepastian.

"Tahun ini dari 57 sampel yang dikirim, 45 persen positif Rubella. Tahun 2017, hanya 21 persen bahkan tahun 2016 cuma 4 persen. Artinya jangan-jangan di sebelah kita ini ada yang mengidap Rubella, kita tidak tahu," ungkapnya, Jumat (14/9).

Baca: Anggaran Dikurangi, DKP Yakinkan Tidak akan Kurangi Tingkat Pelayanan

Untum diketahui, capaian pelaksanaan program Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Jambi masih sangat jauh dari harapan.

Untuk menggenjot peningkatan capaian program tersebut, Wali Kota Jambi Sy Fasha bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi Tarmizi Sibawaihi bersama Kepala Dinas Kesehatan Ida Yuliati menandatangani kesepakatan terkait pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).

Kesepakatan tersebut dilakukan di rumah dinas Wali Kota Jambi pada Jumat (14/9) dengan dihadiri Sekda Kota Jambi, Budidaya dan Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda KIPI) Dr Retno Kusumastuti Sp.A.

Dalam surat kesepakatan tersebut dibacakan Tarmizi, berdasarkan fatwa MUI nomor 33 tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018 tentang penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) untuk imunisasi, maka Pemerintah dan MUI Kota Jambi menyepakati beberapa hal.

Baca: Ini Isi Kesepakatan Pemkot dan MUI Kota Jambi Soal Imunisasi Rubella

Baca: Samsung Galaxy Note 9; Mampu Akomodir Produktivitas, Kreativitas dan Hiburan Tanpa Batas

Pertama bahwa imunisasi MR bertujuan memberikan kemaslahatan dan perlindungan kepada anak dan masyarakat, terhadap risiko terkena penyakit measles (campak) dan rubella serta tercapainya eliminasi campak dan pengendalian rubella serta congenital rubella syndrome di Indonesia Tahun 2020.

Kedua, melaksanakan imunisasi measles rubella di Kota Jambi dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, dengan target cakupan minimal 90%.

Ketiga, mengimbau kepada orang tua yang mempunyai anak usia 9 bulan sampai 15 tahun dan institusi pendidikan seperti PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan pondok pesantren untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan ini.

Terakhir, pelaksanaan imunisasi MR agar dilaksanakan secara profesional sesuai petunjuk teknis pelaksanaan imunisasi MR.

Fasha sendiri dalam kesempatan tersebut turut menjalani imunisasi MR. Ia menegaskan program pemerintah yang gratis hanya untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun sedangkan dewasa berbayar.

Baca: VIDEO: Begini Kerusakan Sungai Akibat PETI di Jambi, Lihat Perbedaan Airnya

Baca: VIDEO: Demo Aliansi Mahasiswa Jambi Diwarnai Saling Dorong dengan Aparat

Baca: 500 Orang dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Unja akan Ikuti Jalan Sehat Tribun Jambi

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved