Polisi Ungkap Prostitusi Online, 3 Mucikari Jual Anak Putus Sekolah via Facebook Diringkus

"Yang menentukan hotel itu pelanggannya. Jadi, baru nanti sisanya dibayar setelah melakukan hubungan," papar Kasat Reskrim.

Polisi Ungkap Prostitusi Online, 3 Mucikari Jual Anak Putus Sekolah via Facebook Diringkus
Serambi
Ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Aparat kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok, menangkap tiga lelaki pelaku prostitusi online yang memanfaatkan media sosial Facebook sebagai sarana promosi mereka.

AKP Faruk Rozi, Kasat Reksrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyatakan, ketiga lelaki berinisial TK, AN, dan LK itu bertindak sebagai muncikari bagi perempuan-perempuan di bawah umur.

Baca: Praktik Prostitusi Online Dibawah Umur Terbongkar, Tawarkan Jasa Melalui Akun Facebook

"Ketiga-tiganya ini berprofesi sebagai muncikari dengan media online di mana yang perempuan yang waktu itu diperjualbelikan di bawah umur." sebut Faruk, dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (13/9).

Para muncikari menetapkan tarif Rp 1,5 juta dengan rincian Rp 1 juta untuk muncikari dan Rp 500.000 untuk si perempuan. Faruk menyampaikan, setelah 'diiklankan' lewat Facebook, perempuan-perempuan di bawah umur itu akan diantar muncikari ke sebuah hotel di wilayah Jakarta Utara yang ditentukan pelanggan.

Baca: Tiga Kali Menikah, Dewi Perssik Ngaku Baru Alami Ini dengan Angga Wijaya

"Yang menentukan hotel itu pelanggannya. Jadi, baru nanti sisanya dibayar setelah melakukan hubungan," papar Kasat Reskrim Faruk.

Menurut Faruk, perempuan-perempuan yang ditawarkan itu mempunyai hubungan pribadi dengan pelaku. Oleh karena itu, mereka mengaku tidak terpaksa dimanfaatkan pelaku.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Hanya di sscn.bkn.go.id, Bolehkah Mendaftar Lebih dari Satu Formasi?

"Rata-rata korban anak di bawah umur ini rata-rata ini anak-anak putus sekolah. Jadi motifnya murni kebutuhan ekonomi," bilang Faruk.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007, Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat (1) UU No 11 Tahun 2018 dengan ancaman hukuman pidana paling lama lima belas tahun penjara dan denda maksimal Rp 600 juta.(*)

Editor: budi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved