Petani Tanjab Barat Dapat Bantuan Dua Ekskavator dari Kementan

Dinas Pertanian Tanjab Barat mendapat bantuan alat berat berupa 2 unit ekskavator dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Petani Tanjab Barat Dapat Bantuan Dua Ekskavator dari Kementan
Tribun Jambi/Darwin
ekskavator sumbangan dari Kementerian Pertanian 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, mendapat bantuan alat berat berupa 2 unit ekskavator dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bantuan alat berat seharga miliaran itu saat ini sudah tiba di kantor DPTPH Tanjab Barat.

Kasi pupuk pestisida dan alat mesin, dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Indra Jaya mengatakan bantuan dua unit ekskavator tersebut diperuntukkan untuk petani Tanjab Barat. Hal itu untuk mendukung pembukaan sawah, irigasi serta perluasan infrastruktur lahan pertanian lainnya. 

Diharapkannya dengan bantuan dari Kementan RI melalui dana APBN ini dapat memaksimalkan petani melalui kelompok tani desa setempat.

"Alhamdulillah bantuan 2 unit ekskavakator bantuan dari pusat sudah tiba di kantor," katanya, Kamis (13/9).

Dikatakannya, selama ini petani juga mengalami kesulitan jika ada lahan yang irigasinya mampet dan tanggul jebol. Butuh proses cukup lama untuk mengatasi sehingga akan berdampak pada hasil panen. 

Tetapi dengan adanya bantuan ekskavator ini petani melalui kelompok tani bisa langsung menggunakan alat tersebut. 

"Alat itu dikelola oleh kelompok tani masing-masing kecamatan. Jadi tinggal koordinasi saja," ujarnya

Dijelaskannya, untuk wilayah penempatan dua ekskavator sendiri berada di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabbar kecuali dua kecamatan yaitu Merlung dan Muara Papalik. 

"Jadi ajukan permohonan alat langsung bisa digunakan, penempatannya itu semua kecamatan kecuali lahan yang tidak punya sawah yaitu Merlung dan Muara Papalik " terangnya. 

Perlu diketahui, berdasarkan data jumlah lahan sawah yang ada di Tanjabbar mencapai 18.000 hektare, jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Kecamatan Pengabuan dan Senyerang sendiri merupakan kecamatan dengan potensi sawah terluas. 

"Kita lumbungnya itu Pengabuan dan Senyerang. Kalau luas total lahan baku Tanjabbar itu sekitar 18 ribuan hektare, dulunya 21 ribu hektare, berkurangnya disebabkan petani yang berpindah menanam sawit," katanya.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help