Kuntjoro: Persi Ibarat Orang yang Bisa Sakit, Rumah Sakit Layaknya Penerbangan

Workshop Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I berlangsung di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (13/9).

Kuntjoro: Persi Ibarat Orang yang Bisa Sakit, Rumah Sakit Layaknya Penerbangan
tribunjambi/nurlailis
Workshop Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I berlangsung di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (13/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Workshop Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I berlangsung di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (13/9).

Workshop ini diikuti 28 rumah sakit di Jambi dengan total 110 peserta yang terdiri dari 40 peserta workshop manajemen, 38 peserta workshop medic dan 32 peserta untuk workshop keperawatan. Workshop ini juga dihadiri peserta dari luar Jambi.

"Workshop ini dilatarbelakangi atas kebutuhan rumah sakit untuk persiapan akreditasi SNARS edisi I, dan upaya dari Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) untuk mendorong rumah sakit di Provinsi Jambi agar terakreditasi 100 persen sesuai amanat Undang-Undang," ungkap ketua panitia, dr. Dian Fitri.

Workshop akan berlangsung dua hari yaitu 13-14 September di Swiss-belhotel Jambi dan diharapkan dapat memenuhi kesiapan rumah sakit untuk persiapan akreditasi.

Dalam acara inipula berlangsung peresmian pengurus Persi daerah Jambi. Hadir pula ketua umum persi, dr. Kuntjoro Adi Purjanto dan ketua Persi Jambi dr. Asianto Supargo.

Ketua persi Jambi dr. Asianto Supargo menjelaskan kegiatan yang dilakukan persi Jambi.

"Pelaksana kegiatan yang signifikan pada 2015-2018 adalah konsolidasi internal yang lebih intensif, saling memberikan info antar anggota, rapat rutin, serta iuran anggota," ungkapnya.

Persi Jambi juga menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota/ Provinsi untuk penempatan tenaga spesialis.

Persi sebagai fasilitator, mediator, dan motivator antara anggota rumah sakit, masyarakat dan instansi terkait.

"Ke depannya kami akan meningkatkan kegiatan rutin dan mempersiapkan RS agar seluruh RS di Provinsi Jambi bisa terakreditasi. Berdasarkan Undang-Undang RS wajib melaksanakan akreditasi minimal 3 tahun sekali.
Salah satu usaha Persi Jambi dengan workshop SNARS ini, kegiatan selanjutnya kami mengharapkan anggota pengurus dapat saling membantu dan bekerjasama untuk mewujudkannya," paparnya.

ketua umum persi, dr. Kuntjoro Adi Purjanto mengatakan persi sudah berumur 40 tahun, lebih tua dari askes atau BPJS.

"Organisasi sepersi Persi ibarat manusia yang bisa sakit, karena industri RS layaknya penerbangan, harus seimbang, kalau tidak seimbang maka tidak akan sampai tujuan. Kalau ada satu hal yang terganggu maka akan mengganggu sistem lainnya. Untuk itu diperlukan kerjasama berbagai pihak," ungkapnya.

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help