Idris Babat 1 Hektar Lahan Sawitnya untuk Diganti dengan Tanam Kopi

Selama lebih empat jam di Parit Antara, Bupati Romi menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pembibitan, penanaman hingga penggilingan kopi.

Idris Babat 1 Hektar Lahan Sawitnya untuk Diganti dengan Tanam Kopi
Tribun Jambi/Zulkifli
Bupati Tanjab Timur mengunjungi petani kopi di Desa Sungai Beras. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sejumlah petani kelapa sawit di Desa Sungai Beras Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menebang pohon kelapa sawit miliknya demi untuk bertanam kopi. Padahal, hasil berkebun kelapa sawit selama ini menjadi andalan perekonomian mereka.

Hal ini terungkap saat Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto, berkunjung ke Parit Antara Desa Sungai Beras belum lama ini. Romi yang datang bersama sejumlah stafnya sengaja menemui para penggiat tanaman kopi di sana.

Baca: 15 Ribu Ha Tanaman Sawit Plasma di Enam Kabupaten Ini akan Diremajakan

Selama lebih empat jam di Parit Antara, Bupati Romi menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pembibitan, penanaman hingga penggilingan kopi. Dia juga berdialog dengan para petani untuk memastikan apa saja yang menjadi harapan petani, khususnya terkait pengembangan kopi Liberika.

Dari dialog tersebut terungkap bahwa potensi kopi lebih menjanjikan. Terutama sejak Romi menggaungkan pengembangan kopi Liberika beberapa bulan lalu. Bahkan satu diantara petani, Idris (50) mengaku sudah membabat satu hektar kebun sawitnya demi lebih serius bertanam kopi.

Baca: Demi Kopi Liberika, Petani di Sungai Beras Rela Tebang Kebun Sawit

Sebenarnya Idris dan sejumlah rekannya tidaklah asing bertanam kopi. Hanya saja selama ini kopi cuma tanaman sambilan yang ditumpang sarikan dengan tanaman utama seperti kelapa dan pinang. Secara tradisional tanaman kopi sudah puluhan tahun ada di Desa Sungai Beras khususnya Parit Antara.

Setelah Romi mengirim sejumlah petani dan PPL ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Jember Jawa Timur belum lama ini, semangat petani untuk serius mengembangkan perkebunan kopi liberika di desa mereka semakin tinggi.

Baca: Harga Sawit Anjlok, Warga Muarojambi Hanya Pasrah

“Sejak kami difasilitasi pak Bupati ke Jember , kami jadi lebih mengerti bagaimana bertanam kopi secara profesional. Banyak sekali ilmu tentang bertanam kopi yang kami peroleh dan mulai saat ini sudah kami terapkan,” kata Warisno (38), satu diantara petani.

Warisno memang terpilih sebagai perwakilan petani yang diberangkatkan Romi ke Puslitkoka Agustus lalu. Bersama Warisno juga turut serta M Amin, pemuda yang menekuni pengusahaan pasar kopi bagi petani Desa Sungai Beras. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help