Buktikan sebagai Kota Layak Investasi, Syarif Fasha Raih Indonesia's Attractiveness Award 2018

Sebagai kepala daerah, Fasha dinilai mampu melakukan perubahan besar dan membawa Kota Jambi sebagai salah satu daerah yang ...

Buktikan sebagai Kota Layak Investasi, Syarif Fasha Raih Indonesia's Attractiveness Award 2018
Walikota Jambi saat presentasi Juli lalu di Jakarta. (IST) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Seakan tiada hari tanpa prestasi. Mungkin kalimat ini pantas disandangkan kepada sosok inspiratif Wali Kota Jambi, DR H Syarif Fasha, ME.

Pada Minggu (30/8/2018), Syarif Fasha menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif dari media massa terkemuka MNC Group. Melalui jaringannya, Koran Sindo, kini Wali Kota Jambi Syarif Fasha kembali dinobatkan sebagai kepala daerah berprestasi dari media massa ternama di Indonesia.

Adalah Tempo Group (Majalah Tempo) bersama Frontier Consulting) telah menetapkan Wali Kota Jambi Syarif Fasha sebagai kepala daerah peraih penghargaan Indonesia's Attractiveness Award (IAA) 2018 untuk kategori Peluang Investasi.

Sebagai kepala daerah, Fasha dinilai mampu melakukan perubahan besar dan membawa Kota Jambi sebagai salah satu daerah yang memiliki peluang investasi terbaik di Indonesia.

Keberhasilan Syarif Fasha meraih anugerah tersebut selain menambah daftar panjang penghargaan yang telah diterimanya, sekaligus mencatatkan dirinya sebagai peraih IAA dua kali berturut-turut. Pada tahun lalu (2017), Fasha juga berhasil meraih anugerah bergengsi dari data Indonesia attractive index tersebut untuk kategori Kota Terbaik dan Potensial.

Apresiasi penghargaan ini akan langsung dilakukan oleh Mendagri Tjahyo Kumolo dalam sebuah acara selebrasi yang akan berlangsung hari ini, Jumat malam (14/9) di Ballroom Hotel JW Marriot Jakarta.

Demikian dikatakan Kepala Bagian Humas Setda Kota Jambi Abu Bakar, melalui sambungan telpon selulernya siang ini dari Jakarta.

"Ya, Alhamdulillah, pak Wali Kota akan menerima anugerah Indonesia's Attractiveness Award 2018, yang acara awardingnya akan berlangsung malam ini, yang akan langsung diserahkan oleh Mendagri Tjahyo Kumolo dengan didampingi jajaran Tempo group dan Frontier consulting serta beberapa pejabat penting terkait lainnya di Jakarta," ujar Abu Bakar melalui sambungan telponnya siang ini (14/9).

Abu Bakar menjelaskan, komitmen Wali Kota Jambi yang membuka membuka peluang seluas-luasnya bagi tumbuhnya investasi di daerah dengan memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi investor, seperti dengan menyederhanakan regulasi, memangkas birokrasi, mempermudah akses melalui perizinan online menjadi point penting dalam penilaian penghargaan tersebut.

Ia menambahkan, bahwa proses penilaian berlangsung sangat ketat dan selektif itu juga dilakukan dalam beberapa tahap.

"Proses penilaian sangat selektif dan memakan waktu panjang. Tim penilai yang tediri dari para pakar, baik dari akademisi, praktisi dan media massa itu tidak hanya melakukan survey data namun juga melakukan fact finding (tinjauan lapangan) di daerah. Selain itu, setelah masuk nominasi, kepala daerah juga diminta melakukan ekspos atau paparan dihadapan para pakar tersebut untuk membuktikan program dan komitmennya," tambah Abu Bakar.

Sebagaimana diketahui, sebagai nominasi, sebelum ditetapkan sebagai peraih IAA 2018, Wali Kota Jambi Syarif Fasha melakukan tahapan penilaian presentasi di Jakarta yang berlangsung pada Juli lalu di ruang Tempo Co-working Space, gedung Tempo Jakarta.

Fasha menyampaikan paparannya dihadapan para pakar dari kalangan pengamat Ekonomi, Akademisi, Konsultan dan Jurnalis, yang terdiri dari Bambang Harymurti (Tempo Group), Handi Iriawan (Frontier Consulting) dan Prof. DR. Carunia Mulya Firdausy (Akademisi / Pengamat Ekonomi).

Indonesia's Attractiveness Award adalah suatu penghargaan bergengsi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki prestasi dan daya tarik di sektor Investasi, Infrastruktur, Layanan Publik dan Pariwisata. Metodologi yang digunakan dalam penilaian adalah dengan lebih dahulu menentukan nominasi Provinsi/Kabupaten/Kota yang di survey berdasarkan metode MP3EI, dan selanjutnya dilakukan pengumpulan serta pengujian data sekunder, yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan Top 2 "Terbaik" dan Top 2 "Potensial" di setiap dimensi kategori untuk Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia. (*)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved