Ada Perbedaan Data Jumlah Warga Buta Huruf di Muarojambi, Versi Disdik dan BPS

"Yang putus sekolah, mereka sudah tahu huruf karena pernah sekolah. Mengenal huruf sudah diajarkan pada awal sekolah ..."

Ada Perbedaan Data Jumlah Warga Buta Huruf di Muarojambi, Versi Disdik dan BPS
Tribun Jambi
Ilustrasi.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Masih ada warga Muarojambi yang buta aksara di Kabupaten Muarojambi. Namun, yang masih buta huruf itu bukan usia sekolah atau wajib belajar.

"Yang buta aksara itu kebayakan yang tua-tua dulu. Yang tidak mengenyam pendidikan formal. Sekarang tidak ada lagi yang buta huruf," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi, Ruslan, Jumat (14/8/2018).

Dia menambahkan masyarakat yang putus sekolah sudah mengenal aksara. Sebab sudah pernah mengeyam pendidikan di sekolah formal.

"Yang putus sekolah, mereka sudah tahu huruf karena pernah sekolah. Mengenal huruf sudah diajarkan pada awal sekolah atau kelas satu SD," jelasnya.

Untuk memberantas atau mengurangi buta aksara di Kabupaten Muarojambi, pihaknya juga telah menjalankan program pemberantasan buta aksara melalui keaksaraan fungsional.

Program tersebut substansi belajarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan minat warga belajar berdasarkan potensi lingkungan yang ada di sekitar kehidupan warga belajar.

"Hasilnya memuaskan. Karena warga belajar dapat memanfaatkan hasil belajarnya dalam kehidupannya sehari-hari (bersifat fungsional). Tentu saja dapat meningkatan kualitas kesejahteraan hidup," kata Ruslan.

Mengenai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Muarojambi yang menyebut ada ribuan warga yang masih buta aksara, Ruslan mengatakan indikator yang dipakai BPS tidak sama dengan pihaknya.

Dia menjelaskan engatakan bahwa putus sekolah saja di BPS bisa masuk kategori buta aksara. Padahal, mereka pernah mengeyam pendidikan di bangku sekolah.

"Kalau kita kan yang tidak pernah sekolah formal maupun non-formal, itu yang buta huruf," katanya.

Ruslan belum bisa memastikan jumlah masyarakat Kabupaten Muarojambi yang masih buta aksara, berdasarkan data dinas pendidikan.

"Saya tidak memegang datanya. Mengenai hal itu bagian bidang pembinaan PAUD dan non-formal yang menguasainya. Saya takut keliru, tidak sesuai data untuk menyampaikannya," tuturnya.

Baca: Ada Sekira 5.000 Orang di Muarojambi Buta Huruf, Edi Bilang Jumlah Semakin Menurun

Baca: BREAKING NEWS Truk Batu Bara Seruduk Rumah di Aur Gading, 3 Korban, Warga Ngamuk Lalu Bakar

Baca: Buktikan sebagai Kota Layak Investasi, Syarif Fasha Raih Indonesias Attractiveness Award 2018

Penulis: syamsul
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved