Soal Pengosongan Kios di Pasar Malioboro, Dewan Ingatkan Disperindag Jangan Gegabah

Disperindag Kota Jambi benar-benar serius untuk mengosongkan kios bermasalah di pasar Marlioboro.

Soal Pengosongan Kios di Pasar Malioboro, Dewan Ingatkan Disperindag Jangan Gegabah
tribunjambi/com
kios dan ruko yang berada di pasar Malioboro 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi benar-benar serius untuk mengosongkan kios bermasalah di pasar Marlioboro. Bahkan sudah dua kali surat dilayangkan oleh Disperindag Kota Jambi dalam upaya pengosongan kios.

Namun upaya pemerintah untuk mengosongkan kios tersebut seperti tidak diperdulikan pedagang. Sebab masih banyak pedagang yang tetap menempati kios.

"Pedagang sudah dua kali kita surati untuk segera mengosongkan kios yang mereka tempati," kata Komari.

Dijelaskannya surat pertama dikirim lebih dari 15 hari yang lalu dan surat kedua dikirim seminggu setelahnya.

"Jadi antara dua surat kita jeda sekitar seminggu lebih," sebutnya.

Baca: Tak Mau Pindah, Fasha Ancam Laporkan Pedagang Pasar Malioboro ke Aparat Hukum

Komari mengatakan masih mencari upaya lain, untuk mengosongkan kios pedagang di Pasar Malioboro. Apalagi pihaknya menargetkan pengosongan terlaksana 30 hari sejak surat pertama.

"Memang target awal kita untuk pengosongan 30 hari. Kita masih cari upaya lain, ini juga ada pertemuan di dewan untuk mencari solusi," katanya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Umar Faruk mengatakan pihaknya meminta Disperindag jangan gegabah mengambil keputusan karena saat ini pihaknya sedang mendalami persoalan tersebut.

"Sudah kami katakan Disperindag agar jangan ambil keputusan dulu sebelum ada rekomendasi dewan. Karena kami ingin menelusuri persoalan ini lebih dalam," kata Faruk.

Dia mengatakan sudah memanggil para pedagang yang menempati kios. Dalam pertemuan pedagang merasa keberatan untuk mengosongkan kios yang mereka tempati. Karena pedagang sudah melakukan pembayaran sewa kios.

"Ya mereka keberatan, ada yang sudah bayar sewa setahun ada yang dua dengan membayar sampai 60 juta," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help