Hakim Pergi ke Luar Kota Sidang Tuntutan Dugaan Perambahan TNKS Ditunda

Sidang tuntutan kasus dugaan perambahan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terpaksa ditunda

Hakim Pergi ke Luar Kota Sidang Tuntutan Dugaan Perambahan TNKS Ditunda
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN
Sidang kasus dugaan perambahan hutan TNKS ditunda 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang tuntutan kasus dugaan perambahan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terpaksa ditunda.

Sidang yang rencananya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi Rabu (12/9/18) itu terpaksa ditunda, pasalnya pihak majelis hakim yang menangani kasus tersebut ada tugas di luar kota.

Hal itu dibenarkan satu di antara Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus itu, Yani Ernawaty.

"Belum jadi. Tunda Senin (17/9/18) depan," kata dia.

Sebelumnya, jaksa telah menghadirkan lima saksi verbalisan pada dua persidangan sebelumnya.

Di antaranya, Bambang Frandiko, Sahlan Umagapi, Anugrah Handika, Candra, dan Agung Herwanto.

Untuk diketahui, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) verbalisan berarti orang (penyidik) yang melakukan proses verbal (penyidikan).

Sidang akan kembali dipimpin ketua majelis hakim Franciscus Arkadeus Ruwe.

Sebelumnya diinformasikan, kasus ini menjerat empat orang sebagai terdakwa. Di antaranya, Ahmad Azhari selaku ketua SPI Merangin, Abu Hasyim, Maardi, dan Indra Jaya.

Mereka diduga melakukan perambahan hutan di wilayah TNKS pada Januari 2018 lalu.

Penulis: Mareza
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved