Rupiah Melemah Ekspor Bisa Untung, Importir Harus Mengerem

Nilai tukar rupiah terhadap dolar pada hari ini (11/9) di posisi Rp 14.881 per dolar AS.

Rupiah Melemah Ekspor Bisa Untung, Importir Harus Mengerem
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Nilai tukar rupiah terhadap dolar pada hari ini (11/9) di posisi Rp 14.881 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar dapat berpengaruh langsung ke daerah dari sisi ekspor dan impor.

Dikatakan Fadhil Nugroho, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi, yang akan berdampak dan terasa langsung pada perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari impor.

Ini terlihat dari transaksi impor yang menurun dan membuat pengusaha atau importir tentu akan menahan pembelian barang impor.

"Yang akan berdampak dan terasa langsung pada perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari impor, keliatan dari bulan lalu saat harga Rp 14.400 para importer sudah mengerem, kalau beli mereka harus menyediakan rupiah lebih, jadi ya otomatis mereka ngerem," ujarnya.

Akan tetapi dampaknya menguatnya dolar membuat eksportir meraup untung di balik melemahnya nilai tukar rupiah.

Untuk itu, Bank Indonesia terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah untuk menentukan angka optimal nilai tukar rupiah tersebut.

Melemahnya nilai tukar rupiah juga akan berpengaruh pada inflasi. Terutama barang-barang kebutuhan yang diimpor.

“Barang impor sudah mahal, dijual lagi kesini tambah mahalkan, tapi biasanya perusahaan sudah mengantisipasi," tegasnya.

Kebanyakan barang-barang yang diimpor oleh Provinsi Jambi adalah barang bahan baku dan suku cadang perusahaan seperti mesin yang tentunya pembeliannya sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari melalui perjanjian perdagangan. Ia juga menjelaskan, jika inflasi lebih banyak dipengaruhi factor internal dari dalam.

Halaman
12
Tags
ekspor
Penulis: fitri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help