Kota Sungai Penuh Belum Memiliki BLK

Kota Sungai Penuh saat ini belum memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatih keterampilan tenaga kerja

Kota Sungai Penuh Belum Memiliki BLK
TRIBUNJAMBI/BANDOT ARYWONO
Ilustrasi. Sebanyak 36 peserta magang ke Jepang dilepas langsung oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) di BLK Dinsosnakertrans, Selasa (7/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Kota Sungai Penuh saat ini belum memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatih keterampilan tenaga kerja yang berdomisili di kota Sungai Penuh.

Minimnya lahan yang kosong menjadi kendala untuk membangun BLK di Kota Sungai Penuh.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja kota Sungai Penuh, Muswadi mengatakan pembangunan gedung BLK di kota Sungai Penuh telah dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM). Untuk membangun gedung BLK membutuhkan luas lahan sekitar 5 hektare.

Namun karena kesulitan mencari lahan kosong di kota Sungai Penuh, pihaknya terpaksa mencari solusi lain.

Yakni menunggu penyerahan aset gedung BLK milik Pemkab Kerinci yang ada di Kecamatan Kumun Debai.

Katanya, menunggu proses penyerahan aset gedung BLK Kerinci ke Pemkot Sungai Penuh, pihaknya saat ini memberdayakan lembaga pelatihan keterampilan (LPK) yang ada di Kota Sungai Penuh.

“Ada 6 LPK yang saat ini menjalin kerja sama untuk melatih tenaga kerja. Dari 6 LPK tersebut, terdiri dari 3 LPK untuk keterampilan menjahit dan 3 LPK untuk keterampilan bordir,” ungkapnya.

Keterampilan yang diajarkan oleh masing-masing LPK sebutnya, disesuaikan dengan rencana kerja pihaknya. Di mana untuk tahun ini dikhususkan untuk keterampilan menjahit dan bordir.

“Sementara untuk keterampilan lainnya seperti las, tata rias, memasak dan keterampilan lainnya akan menyesuaikan dengan rencana kerja berikutnya,” ujarnya.

Sementara pada tahun 2018 ini lanjurnya, dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja telah menganggarkan dana Rp 465 juta untuk melatih tenaga kerja di 6 unit LPK tersebut.

“Sebelumnya pada tahun 2017 lalu LPK yang bekerja sama dengan kita tingkatannya masih dasar, sedangkan untuk tahun ini telah meningkat menjadi terampil. Dan hal ini berpengaruh pada sertifikat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan,” pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved