Kaya Manfaat, Ini Ragam Oleh-oleh Hasil Olahan Mangrove

Indonesia merupakan pemilik ekosistem mangrove terbesar se Asia Tenggara.

Kaya Manfaat, Ini Ragam Oleh-oleh Hasil Olahan Mangrove
KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR
Hutan mangrove di Desa Torosiaje yang dikelola masyarakat tumbuh lestari. Kawasan ini diusulkan Pemerintah Provinsi Sebagai Kawasan Ekosistem Esensial. 

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia merupakan pemilik ekosistem mangrove terbesar se Asia Tenggara. Tidak sulit bagi wisatawan untuk menikmati keindahan ekosistem mangrove di pesisir, mulai Jakarta hingga kota-kota di kepulauan punya hutan mangrove dengan karakter yang berbeda-beda.

Selain bermanfaat mencegah abrasi, hutan bakau di Indonesia juga kerap dimanfaatkan sebagai wisata edukasi alam, atau ekowisata. Banyak wisatawan ataupun peneliti yang berkunjung untuk melihat kekayaan Indonesia yang satu ini.

Namun belum banyak kelompok pengelola mangrove yang mengolah tanaman mangrove menjadi produk-produk bernilai ekonomi lainnya. Padahal beberapa bagian mangrove ternyata bisa dioleh jadi sabun, kerajinan suvenir, camilan, hingga kue bolu.

"Ya harusnya sebagai habitat mangrove terbesar (di Asia Tenggara) Indonesia bisa punya produk khas dari mangrove yang terkenal di internasional," tutur Vola, Pembina Kelompok Mangrove Mantehage dari Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara saat perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (29/8/2018).

Buah mangrove yang tumbuh di kawasan Hutan Mangrove Ecomarine, Muara Angke, Jakarta Utara.
Buah mangrove yang tumbuh di kawasan Hutan Mangrove Ecomarine, Muara Angke, Jakarta Utara. (KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D)

Menurutnya bakau atau mangrove jika diteliti bukan tidak mungkin semua bagiannya akan bermanfaat, mulai buah, batang, daun, obat, hingga akarnya sebagai pencegah abrasi laut.

"Kita di Bunaken sudah bisa mengolah sabun cair mangrove, kue, kacang, tepung juga ada dari mangrove," ujar Vola kepada KompasTravel.

Ia menjelaskan, untuk sabun cair jenis mangrove yang digunakan ialah soneratia alba yang memiliki lebih sedikit biji. Proses pembuatannya mulai diparut, kemudian direbus, hingga diambil sarinya untuk sabun.

Sedangkan jenis gruguera gymnorisa memiliki daging yang tak kalah tebal, dan rasa yang lebih bersahabat di lidah saat dimakan. Jenis ini jadi salah satu buah mangrove yang bisa langsung dikonsumsi, atau dijadikan kripik dan kue kering lainnya.

Sedangkan untuk membuat kue atau tepung mangrove ia merekomendasikan jenis soneratia alba yang banyak tumbuh di Indonesia.

"Jenis ini cenderung lebih kering, bisa ditepungkan dulu dan dibuat aneka kue mangrove. Setelah jadi di tambah buah-buah atau biji mangrove di atasnya, mempercantik," ujarnya.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help