Kasus Pencabulan

Kasus Pencabulan di Muarojambi, Pihak Keluarga Korban Minta Kasus Dihentikan. Ini Tanggapan JPU 

Ada hal menarik yang diungkapkan Ridwan selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pencabulan dengan terdakwa Ribbas (30).

Kasus Pencabulan di Muarojambi, Pihak Keluarga Korban Minta Kasus Dihentikan. Ini Tanggapan JPU 
tribunjambi/abdullah usman
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Ada hal menarik yang diungkapkan Ridwan selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pencabulan dengan terdakwa Ribbas (30). Diungkapkan Ridwan dalam persidangan sebelum-sebelumnya pihak keluarga korban meminta agar proses hukum dari Ribbas tidak lagi dilanjutkan.

Karena pihak korban beralasan bahwa korban dan terdakwa masih memiliki hubungan keluarga.

Baca: Kemarau, Produksi Air PDAM Tirta Mayang Menurun

"Fakta persidangan disebutkan, korban dengan terdakwa, masih mempunyai tali darah atau hubungan keluarga. Selain itu pihak keluarga korban meminta terdakwa langsung dikeluarkan artinya tidak di lakukan proses lebih lnjut,"ungkapnya, Rabu (29/8)

Atas hal tersebut, Ridwan Selaku JPU mengatakan bahwa pihaknya tetap memproses hal tersebut. Ia menjelaskan karena perkara tersebut bukanlah perkara aduan atau pelaporan.

"Karena ini kasusnya bukan pengaduan, maka proses hukum tetap berlanjut. Meskipun memang ada perdamaian, itu menjadi bahan meringankan, tetapi tidak memutus pekara," terangnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sengeti bahwa pihaknya menuntut Ribbas dengan Pasal 82 ayat 2 junto pasal 76 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak di persidangan tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Muarojambi Selasa (28/8) kemarin.

Baca: Polresta Jambi Limpahkan Berkas Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Pengamanan Pilwako

Baca: VIDEO: Ini Tips Anji Menanggapi Haters di Media Sosial

Selain itu, dikatakan Ridwan dalam tuntutan ini juga terkait dengan barang bukti, pihaknya meminta untuk dilakukan pemusnahan. Hal tersebut beralasan karena psikologis dari korban.

"Karena mempertimbangkan psikologis anak, oleh karena itu kami berharap untuk dapat dimusnahkan,"pungkasnya.

Penulis: syamsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved