Hutan Kota Tanjab Timur Diresmikan, Fachrori: Ini Harus Jadi Pusat Informasi Terpadu

Lauching pembangunan hutan kota ditandai dengan penanaman serentak secara simbolis serta pelepasan burung merpati.

Hutan Kota Tanjab Timur Diresmikan, Fachrori: Ini Harus Jadi Pusat Informasi Terpadu
Tribun Jambi/Zulkifli
Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar dan Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto menghadiri peresmian hutan kota Tanjab Timur, Kamis (30/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Rencana pembangunan hutan kota di Kabupaten Tanjung Jabung Timur akhirnya direalisasikan. Lauching pembangunan hutan kota ditandai dengan penanaman serentak secara simbolis serta pelepasan burung merpati oleh Plt Gubernur Jambi dan Bupati Tanjung Jabung Timur pada Rabu (29/8) pagi.

Hutan kota Tanjabtim itu berlokasi di Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat, persisnya di hamparan lahan antara perkantoran Pemkab dan jalan menuju perkantoran PT Petrochina Jabung Ltd.

Dari areal 83 hektare lahan yang disiapkan Pemkab Tanjabtim, 40 Ha di antaranya digunakan sebagai lokasi penanaman pohon. Berbagai bibit jenis tanaman keras sudah disiapkan. Sebagian besarnya adalah jenis pohon endemik Tanjabtim seperti Jelutungrawa, Ramin, Merbau, Gaharu, Pulairawa, Leban, Ketapang, Tembesu, Simpur, Kelat, Terap, Asamkandis, Asamgelugur, Nibungputih, Birabira, Sagu, Bungur dan Kasai.

Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto mengatakan, pembangunan hutan kota Tanjab Timur, tidak terlepas upaya Pemda Tanjab Timur untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di Tanjab Timur. 

"Dalam pembangunan ini kita bekerjasama dengan Petrochina. Nanti mereka yang tanam," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Romi berterimakasih kepada Plt Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar yang mau melaunching pembangunan hutan kota di Tanjab Timur. Kehadiran Gubernur itu katanya menjadi motivasi tersendiri bagi Pemda Tanjab Timur, untuk terus berbuat untuk pembangunan Bumi Sepucuk Nipah Serumpung Nibung.

Lanjut Romi, hutan kota itu didesain untuk tiga fungsi, yakni resapan air, menjaga keserasian fisik kota, dan sebagai unsur penunjang wisata edukasi. Karena itu nantinya, di areal 43 Ha yang tidak ditanami pohon akan dibangun berbagai fasilitas.

“Lahan 83 hektar itu kita yang menyiapkan, 43 hektarnya kita siapkan fasilitas layaknya hutan kota modern,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan, dirinya sangat berharap agar pembangunan hutan kota di Tanjab Timur dilakukan secara berkesinambungan. Sebab, saat ini lebih banyak yang mampu membuat tapi tidak mampu menjaga dan merawatnya. Sehingga, apa yang telah digagas, apa yang telah dibangun seakan sia-sia.

"Saya meminta agar hutan kota ini senantiasa dijaga dan dirawat. Kebanyakan dari kita pemeliharaan dan perawatan paling tidak bisa. Makanya ini saya sangat harapkan. Nanti beberapa bulan ke depan saya akan ke sini
lagi, mau lihat masih ada atau tidak pohon yang kita tanam itu," ungkapnya.

Ia juga berharap hutan kota ini bisa menjadi pusat informasi terpadu kehutanan. Sehingga, hutan kota ini tidak hanya sebatas tempat reakreasi, tapi menjadi tempat edukasi, tempat peneletian.

"Ini sangat saya harapkan ke depannya. Ini harus jadi tempat pusat informasi terpadu," katanya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved