Tiga Sungai Tercemar Akibat Penampungan Limbah Sawit Meluap, PT MSJ Dituntut Tanggung Jawab

Warga Desa Rantau Badak, Desa Rantau Badak Lamo, dan Desa Dusun Mudo sejak sepekan terakhir mengeluhkan kondisi aliran Sungai Papauh.

Tiga Sungai Tercemar Akibat Penampungan Limbah Sawit Meluap, PT MSJ Dituntut Tanggung Jawab
tribunjambi/darwin
air sungai yang tercemar tampak hitam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Warga Desa Rantau Badak, Desa Rantau Badak Lamo, dan Desa Dusun Mudo sejak sepekan terakhir mengeluhkan kondisi aliran Sungai Papauh, Sungai Papalik, dan Sungai Pengabuan yang mengalir ke tiga desa tersebut.

Hal ini dikarenakan air sungai berubah menjadi hitam akibat limbah ini yang diduga berasal dari Pabrik Kelapa Sawit dari PT Mitra Sawit Jambi (PT MSJ) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penampungan limbah PT tersebut diduga bocor sehingga mencemari aliran sungai.

"Dampak dari limbah banyak ikan di sungai yang mati. Warga pun tidak bisa lagi menggunakan air dari sungai untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari karena warna dan baunya tak enak," ungkap Kades Dusun Mudo, Anggi Saputra, Senin (28/8).

Saat ini, kata dia warga bergantung dengan pasokan air PDAM. 

Anggi, juga mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup Tanjabbar dan Provinsi telah melakukan pertemuan dengan pihak PT MSJ membahas terkait pembuangan limbah.

Pihak perusahaan mengakui bahwa limbah tersebut akibat kebocoran penampungan yang dikarenakan luapan air hujan beberapa waktu lalu.

Dari hasil pertemuan, PT MSJ bersedia mengganti kerugian warga serta menebar bibit ikan kembali ke sungai.

Hal senada juga diungkapkan Camat Muara Papalik Ridwan. Ia membenarkan adanya pencemaran limbah perusahaan sawit di tiga sungai. Kata dia, tim dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi sudah turun ke lokasi.

"Tim dari kecamatan turut mendampingin," ujarnya.

Ia menyebut bahwa dalam kesepakatan yang telah diambil pihak perusahaan berjanji akan memberikan kompensasi ke desa-desa yang sungainya tercemar, namun bentuknya tergantung dari kesepakatan.

"Untuk lebih jelas silakan tanya ke Dinas Lingkungan Hidup kabupaten," sebutnya.

Tetapi, hingga berita ini diturunkan Kepala DLH Tanjabbar, Suparjo belum bisa dikonfirmasi.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved