Kisah Anggota Kopassus ''Diremehkan'' Wartawan Thailand, Akhirnya Tumpas Semua Pembajak Pesawat

Pukul 02.00 dini hari, semua pasukan antiteror tiba-tiba dibangunkan dan harus bersiap untuk melaksanakan operasi pembebasan sandera.

Kisah Anggota Kopassus ''Diremehkan'' Wartawan Thailand, Akhirnya Tumpas Semua Pembajak Pesawat
Pesawat maskapai Garuda yang dibajak di Bandara Don Mueang, Thailand, pada 1981. (militerone) 

Komandan Tim Antiteror dipimpin Letkol Sintong Panjaitan, disertai tiga orang perwira menengah yang nantinya memimpin operasi di lapangan, yakni Mayor Sunarto, Mayor Isnoor, dan Mayor Subagyo HS.

Banyak "kamera internasional"

Kasus pembajakan DC-9 Woyla sudah diberitakan secara internasional, di seputar Bandara Dong Muang ternyata sudah penuh dengan aparat keamanan Thailand dan wartawan berbagai media massa.

Televisi nasional Thailand bahkan menyiarkan perkembangan penyanderaan secara langsung. Kamera televisi terus mengarah ke pesawat DC-9 Woyla yang dijaga ketat tentara Thailand dengan formasi melingkar.

Untuk menghindari tembakan nyasar jika terjadi tembak menembak dengan para pembajak yang bersenjata pistol dan granat, tentara Thailand membentuk penjagaan pagar betis sehingga awak media massa terbatasi gerakannya.

Pasukan antiteror Kopassus tiba di Don Muang pada 30 Maret 1981. Pesawatnya langsung parkir dalam posisi tidak jauh dar DC-9 Woyla yang dibajak.

Operasi Woyla oleh Kopassus
Operasi Woyla oleh Kopassus ()

Semua pasukan antiteror segera melakukan konsolidasi dan persiapan operasi di bawah kendali Letkol Sintong.

Tapi, Sintong ternyata tak mau semua anak buahnya stres dan kelelahan.

Baca: Kisah Kopaska yang Berjuluk Hantu Laut dan Topeng Tengkoraknya, Rela Mati Demi Jaga Laut Indonesia

Dia keluar dari ruangan tempat anak buahnya istirahat dengan alasan ada yang memanggil. Sintong juga bilang bahwa operasi pembebasan sandera dibatalkan dan semua pasukan sebaiknya tidur saja.

Padahal semua itu dilakukan Sintong hanya berpura-pura, agar semua anak buahnya yang sudah lelah dalam latihan bisa istirahat total dan besok dapat melakukan operasi pembebasan sandera secara optimal.

Halaman
123
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved