Polwan Asal Jambi Ikut Kibarkan Bendera di Bawah Laut

Pada 11 Agustus 2018 lalu ada 930 orang yang ikut menyelam dan mengibarkan bendera merah putih di Pantai Mega Mas, Manado, Sulawesi Utara.

Polwan Asal Jambi Ikut Kibarkan Bendera di Bawah Laut
Ist
Satu diantara penyelam adalah Polwan asal Jambi yaitu Bripda Jessica Zhivaneska, tengah. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada 11 Agustus 2018 lalu ada 930 orang yang ikut menyelam dan mengibarkan bendera merah putih di Pantai Mega Mas, Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini pula tercatat di museum rekor dunia- Indonesia (MURI).

Satu diantara penyelam adalah polwan asal Jambi yaitu Bripda Jessica Zhivaneska. Iapun menceritakan diminta langsung oleh ibu kapolri untuk ikut dalam even ini. Pada Agustus tahun lalu pun ia berkesempatan ikut dalam ekspedisi polwan ke Carstensz yang juga meraih penghargaan MURI.

Baca: Buaya Muara yang Hebohkan Warga Cempaka Putih Dievakuasi BKSDA Jambi, Ada 3 Ekor

“Dari Jambi itu saya sendiri yang ikut karena sudah punya basic sebagai perenang. Sehingga polisi perairan itu tinggal melatih bagaimana cara menyelam,” ungkapnya, Rabu (15/8).

Mengenai persiapan ia mengatakan disuport oleh direktur polisi perairan karena di Jambi tidak ada laut untuk spot menyelam. Iapun berlatih di kolam renang terlebih dulu baru setelah itu menuju Lampung untuk diajari menyelam. Persiapan dilakukan dari sebelum bulan puasa.

Meskipun telah melakukan persiapan tidak bisa dipungkiri ada kesulitan yang ia alami. Terlebih menyelam adalah hal baru bagi dirinya.

“Setiap orang punya tabung sendiri, masing-masing sudah safety tapi ada yang tidak sengaja tersenggol sama rekan. Kalau menyelam itu tidak bisa langsung karena berpengaruh ke paru-paru dan gendang telinga jadi step by step. Karena kita berkelompok harus menunggu teman yang belum turun. Arus juga sedang bergelombang besar jadi bisa tertarik terbawa arus. Tapi semua alhamdulillah lancar,” ceritanya.

Baca: VIDEO: 36 Pompong Beradu Cepat, WFC Kuala Tungkal Berjubel Penonton

Baca: Kejati Jambi Masih Dalami Kasus Dugaan Korupsi Kompleks Perkantoran Bukit Tengah

Bisa mengibarkan bendera sepanjang 500 meter dikedalaman 10-15 meter iapun merasa senang dan bersyukur bisa menyelam dan kembali tanpa hambatan.

“Karena penyelam itu tidak semuanya bisa turun ke bawah. Ada banyak problem seperti kebocoran oksigen, masalah kesehatan penyelam, kondisi di laut jelas berbeda dengan di kolam renang. Saya juga pemula dan saya bersyukur tidak mengalami pusing mual atau kebocoran oksigen. Karena ada yang sudah datang jauh, capek latihan tapi pas hari H ada hambatan. Bangga bisa jadi polwan yang ikut mengibarkan bendera di bawah laut itu,” paparnya.

Para penyelam lain terdiri dari para polwan se-Indonesia, bhayangkari, mahasiswa dan bahkan dari luar negeri juga ada.

“Saya berterima kasih, kepada bapak dan ibu kapolda yang telah mensuport, bapak dirpol perairan juga yang sudah mengajari cara menyelam, juga kepada pihak yang telah banyak membantu demi kelancaran acara,” ungkapnya.

Baca: Satu Jamaah Asal Batanghari Meninggal Dunia di Makkah

Baca: Curi Ponsel, Almuhdor Divonis Satu Tahun Penjara

Baca: Sinsen Kembali Adakan Safety Riding ke Beberapa Sekolah di Jambi

Penulis: Nurlailis
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved