Karhutla

Dua Bulan Terakhir Kasus Kebakaran Lahan di Batanghari Meningkat Drastis

BPBD Batanghari mencatat hingga pertengahan bulan Agustus 2018 sebanyak 27 titik api, dengan luas kebakaran

Dua Bulan Terakhir Kasus Kebakaran Lahan di Batanghari Meningkat Drastis
ist
BPBD Batanghari mencatat hingga pertengahan bulan Agustus 2018 sebanyak 27 titik api, dengan luas kebakaran mencapai 40,3 H lahan, Rabu (15/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - BPBD Batanghari mencatat hingga pertengahan bulan Agustus 2018 sebanyak 27 titik api, dengan luas kebakaran mencapai 40,3 H lahan, Rabu (15/8).

Berdasarkan data yang dihimpun tribunjambi.com, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Batanghari. Sejak bulan Januari hingga pertengahan Agustus sebanyak 27 titik api terjadi di lima dari delapan kecamatan di Batanghari.

Hal tersebut dikatakan Kepala BPBD Batanghari M Nazhar saat dikonfirmasi tribunjambi.com di ruang kerjanya Rabu pagi.

Kepala BPBD Batanghari M Nazhar
Kepala BPBD Batanghari M Nazhar (tribunjambi/abdullah usman)

Kebakaran lahan yang terjadi di Batanghari terjadi peningkatan tren, terutama terhitung sejak dua bulan terakhir.

"Pada bulan Juli sendiri terdapat 14 titik api, sedangkan pada bulan Agustus 8 titik. Dengan titik terbanyak terjadi di Kecamatan Bajubang dengan jumlah 7 titik," jelas Nazhar kepada tribunjambi.com

Dikatakannya pula, dari data tersebut hingga pertengahan Agustus jumlah lahan yang terbakar mencalai angka 40,3 hektare lebih. Yang tersebar di lima kecamatan di Batanghari.

Untuk Kecamatan Muara Bulian terdapat 11 titik api dengan luas lahan terbakar lebih kurang 10.68 H, Bajubang 8 titik api dengan jumlah lahan yang terbakar lebih tinggi mencapai 15.32 H, Muara Tembesi 3 titik api 1.01 H lahan, Bathin XXIV 3 titik dengan luas lahan 11.5 H dan terakhir Kecamatan Mersam 1 titik dengan kebakaran lahan 0.2 H.

"Sementara untuk tiga kecamatan sisanya hingga saat ini belum ada laporan terkait kebakaran lahan," jelas Nazhar kepada Tribunjambi.com

Dari kasus kebakaran yang terjadi tersebut, lebih dominan dikarenakan kasus pembukaan lahan oleh masyarakat dengan cara membakar lahan.

Namun pihak BPBD sendiri hanya sebatas penanganan dan pemadaman api, sementara untuk penindakan dan pengusutan kasus berada di pihak yang berwenang. (usn)

Tags
Karhutla
Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help