Tersangka Dugaan Korupsi Dana PAUD Ditahan, Ini Penjelasan Kasi Intel Kejari Jambi

Usai diperiksa selama sekitar empat jam, tersangka dugaan korupsi dana PAUD berinisial H langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan

Tersangka Dugaan Korupsi Dana PAUD Ditahan, Ini Penjelasan Kasi Intel Kejari Jambi
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Kasi Intel Kejari Jambi, Rais (kanan) didampingi Kasi Pidsus Kejari Jambi, Ikrar (kiri, berkacamata) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Usai diperiksa selama sekitar empat jam, tersangka dugaan korupsi dana PAUD berinisial H langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Jambi. Hal ini dibenarkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi, Rais.

"Telah dilakukan pemanggilan dan telah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Jambi. Berdasarkan surat perintah, telah dilakukan penahanan terhadap inisial H. Yang mana, diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana honorarium tenaga pendidik untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Murni dan Capacity Building Center (CBC) binaan Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi pada Dinas Provinsi Jambi tahun anggaran 2014 sampai dengan 2016," jelasnya, Senin (13/8/18).

Baca: Rayakan HUT RI, My Home Convention Center Gelar Lomba Menggambar dan Fashion Show

Disampaikannya, yang bersangkutan secara primair melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Adapun akibat dari perbuatan tersangka berinisial H telah merugikan negara Rp 1.068.481.100," lanjutnya.

Baca: Jalan Khusus Batu Bara Dirumuskan, Berikut Rutenya

Baca: Meriahnya Agustus di Ramayana

Dia menjelaskan, kerugian tersebut berdasarkan anggarN selama tahun 2014-2016. Secara rincu, pada tahun 2014 nilai anggaran sebesar Rp 6.950.910.000. Tahun 2015 dengan anggaran Rp 5.246.660.000. Terakhir, tahun 2016 dengan nilai anggaran sekitar Rp 7,98 miliar.

"Penahanan yang dilakukan terhadap yang bersangkutan yaitu pada hari ini selama 20 hari ke depan yaitu tanggal 13 Agustus 2018 sampai dengan 1 September 2018. Kami pun telah melakukan pemeriksaan secara medis untuk memastikan yang bersangkutan dalam keadaan sehat," imbuhnya.

Adapun penahanan yang bersangkutan adalah untuk mempermudah persidangan yang akan dilakukan. Tujuannya, agar lebih cepat dan lebih efisien.

Untuk kerugian yang disebabkan, dia belum dapat memastikan. Dikatakannya, kerugian akan terungkap melalui saksi-saksi di persidangan nantinya.

"Kalau untuk kerugian, ini kita di persidangan lebih kita ungkap," katanya.

Baca: Rayakan HUT RI, Dapatkan Harga Room dan Paket Liwetan Sangat Spesial di Abadi Suite Hotel

Baca: Gerah, Dishub Tanjabtim Serahkan Portal kepada Kecamatan dan Polsek 

Baca: Mako Brimob Akan Dibangun di Tebo, Bupati Beri 2 Alternatif Lokasi

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved