Ribuan Hektare Sawah di Empat Kecamatan di Batanghari Rawan Kekeringan, Ini Himbauan Pemkab

Dijelaskannya pula, benih padi yang beresiko kekeringan tersebut merupakan benih padi yang ditanam petani pada periode bulan Juli ini.

Ribuan Hektare Sawah di Empat Kecamatan di Batanghari Rawan Kekeringan, Ini Himbauan Pemkab
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Petani menanam padi di daerah Kabupaten Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 2000 hektar sawah di empat kecamatan di Kabupaten Batanghari, terancam kekeringan. Hal tersebut berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Batanghari, Jumat (10/8).

Memasuki musim kemarau, sejumlah sawah di Kabupaten Batanghari mulai siaga kekeringan. Karena, pasokan air untuk areal persawahan sudah mulai sulit diperoleh, disebabkan debit air terus berkurang.

Baca: Begini Cara Menikmati Kopi dan Cake Gratis di Swiss-Belhotel

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batanghari, terdapat ribuan hektar lahan sawah petani di empat kecamatan yang tersebar di Kabupaten Batanghari yang beresiko kekeringan.

"Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Muarabulian, Maro Sebo Ilir, Pemayung dan Muaratembesi," sebut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Batanghari, M Hatta Ak melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, M Alpian.

Petani menanam padi di daerah Kabupaten Batanghari
Petani menanam padi di daerah Kabupaten Batanghari (Tribun Jambi/Abdullah Usman)

Dari data yang ada terdapat kata Alpian, ada 2.214 hektar lahan sawah petani di empat kecamatan yang beresiko kekeringan. Faktor masuknya empat kecamatan itu dalam resiko kekeringan karena benih padi yang ditanam petani setempat baru ditanam dan ada juga yang baru berumur satu bulan.

Sementara itu dalam beberapa pekan terakhir wilayah Batanghari curah hujan yang turun masih terbilang sedikit. Ditambah volume air sungai juga mulai menyusut sehingga berdampak pada tanaman padi itu sendiri.

Baca: Pendukung Bersorak Ketika Prabowo Subianto Memanggil Nama Titiek Soeharto yang Juga Mantan Istrinya

“Jika dalam dua pekan ini tidak turun hujan, maka kita akan turun ke lapangan. Tapi, untuk saat ini belum ada lahan sawah yang kekeringan,” ujarnya.

Dijelaskannya pula, benih padi yang beresiko kekeringan tersebut merupakan benih padi yang ditanam petani pada periode bulan Juli ini.

Baca: Ditemukan Gajah Mati Dalam Kondisi Belalai Alami Luka Bakar

"Dimana untuk wilayah Muarabulian terdapat 612 hektar, Muaratembesi ada 480 hektar, Maro Sebo Ilir ada 901 hektar dan Pemayung ada 221 hektar,” bebernya.

Dengan keadaan tersebut dirinya menghimbau kepada para, petani untuk mengatur saluran air yang ada dan waspada. Dan, jika ada gejala kekeringan, segera melaporkan ke pemkab. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help