Cerita Soekarno yang Jengkel Dengan Pembangkangan Soeharto, Terpaksa Mengalah Demi Alasan Ini

Bung Karno pun sangat terkejut dan segera menyadari telah terjadi masalah serius bagi bangsa dan negaranya.

Cerita Soekarno yang Jengkel Dengan Pembangkangan Soeharto, Terpaksa Mengalah Demi Alasan Ini
05102017_soeharto soekarno AH Nasution 

TRIBUNJAMBI.COM - Di akhir masa pemerintahan Presiden Soekarno banyak yang mengira Soekarno terlibat konflik dengan Soeharto.

Friksi antara kedua tokoh Indonesia ini memang tercium sejak dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dimana Presiden Soekarno memberikan mandat untuk memulihkan keamanan.

Presiden Soekarno tahu kalau Mayjend Soeharto membangkang perintahnya.

Meski jengkel, ini yang bikin Soekarno terpaksa mengalah.

Pada 1 Oktober 1965, ketika di Jakarta sedang dalam kondisi mencekam terkait aksi G30S, sekitar pukul 09.00 WIB, para pengawal membawa Bung Karno ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Para pengawal itu terdiri atas sejumlah personel Cakrabirawa berpakaian preman di bawah pimpinan Kolonel Malwi Saelan dan sejumlah polisi anggota Datasemen Kawal Pribadi (DKP) di bawah pimpinan Kompol Mangil.

Tujuan pergi ke Lanud Halim, selain demi keselamatan Bung Karno, juga merupakan prosedur penyelamatan standar karena dari Lanud Halim Bung Karno bisa terbang ke mana saja menggunakan pesawat kepresidenan Jet Star.

Baca: Kisah Soeharto 2 Tahun Sebelum Wafat, Mimpi Menonton Gamelan, Hingga Buat Keluarga Tertawa

Bung Karno tiba di gedung markas Komando Operasi (Koops) tidak sendirian, ada Jaksa Agung Muda Sunario, Brigadir Polisi EW Lasut Zulkifli Ibrahim, dan para staf lainnya.

Di dalam gedung Koops, Bung karno kemudian ditemui oleh KASAU Marsekal Oemar Dhani dan Komodor Leo Watimena.

Tujuan utama Bung Karno sebenarnya ingin mengetahui kejadian apa yang sedang berlangsung di Jakarta pada 1 Oktober 1965 dan melakukan koordinasi.

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help