GALERI FOTO

Berbekal Buku Cantik, Siswa dan Siswi SMAN 10 Batanghari Sukses Terbitkan Buku Cerpen

Berbekal catatan buku cantik berisikan pengalaman sehari-hari, menjadi awal keberhasilan enam siswa SMAN 10 Kabupaten

Berbekal Buku Cantik, Siswa dan Siswi SMAN 10 Batanghari Sukses Terbitkan Buku Cerpen
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Berbekal catatan buku cantik berisikan pengalaman sehari-hari, menjadi awal keberhasilan enam siswa SMAN 10 Kabupaten Batanghari terbitkan sebuah buku cerpen.

'Your Heart is My Heart' adalah judul buku cerpen yang telah diterbitkan dari hasil karya siswa dan siswi pilihan SMAN 10 Batanghari.

Buku dengan lembar halaman mencapai 200-an lembar tersebut, dibuat berdasarkan kumpulan cerpen dari inspirasi kehidupan sehari-hari dari keenam siswa yang tergabung dalam tim penulis cerita laponten (TPCL) di bawah binaan seorang Guru Bahasa indonesi SMA 10 sekaligus pendiri TPCL dan pembimbing laponten Dewi Wulan Sari SE.

10082018_kumpulan cerpen
Buku Kumpulan Cerpen Siswa-siswi SMAN 10 Batanghari.(TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN)

Baca: Silaturahmi Daerah dan Siraman Rohani Semarakkan Perayaan Hari Jadi ke-53 Tanjabbar

Keenam siswa tersebut ialah, Rendi Syaputra, Febriyatul Khairiyah, Riska Novita Sari, Denisa Riska Mulia, Riska Rusmalinda, dan Siti Stalis Fiana Darazah. Tergabung dalam group TPCL terdiri dari, siswa dan siswi kleas 11 dan 13.

Perbincangan hangat tribunjambi bersama siswa dan siswi pilihan SMA 10 didampingi seorang guru yang tak kalah cantik tersebut, diselingi dengan guyonan ditemani keceriaan para siswa yang tengah bermain di halaman sekolah.

Dikatakan Guru Pembimbing Laponten atau yang kerap disapa Ibu Dewi tersebut mengatakan, banyak proses dan usaha yang besar untuk dapat menyatukan imajinasi dari masing-masing otak yang berbeda untuk dituangkan dalam sebuah karya berbentuk satu buku seperti saat ini.

Semua dan hal apapun yang dimulai dari nol pasti akan menemukan kesulitan, namun dengan seiring waktu dan bimbingan tentunya. Semua itu dapat dilalui dengan menghasilkan sebuah karya yang sangat memuaskan dan membanggakan tidak hanya bagi individu itu sendiri namun juga bagi banyak pihak.

Dikatakannya pula, awal mula keenam siswa ini terpilih sebagai penulis cerpen bukan secara instan, namun harus melalui seleksi dan penjaringan. Masing masing dari mereka juga memiliki kemampuan dan kelebihannya masing-masing dan hobi menulis dari genre yang berbeda-beda pula.

"Ada yang menulis cerpen berdasarkan inspirasi dari keseharian di rumah, ada yang berdasarkan pengalaman keluarga, ada yang dari inspirasi medsos dan ada pula yang menghasilkan cerpen hanya dari melamun sejenak. Semua ada pada mereka dan inilah hasil karya mereka," ujar Ibu berkaca mata tersebut.

Baca: 15 Pembina Pramuka Merangin Ikut Karang Pamitran Nasional

Baca: Kasus Perkelahian Maut di Merangin, Polres Juga Amankan Keponakan Imlan

Untuk mengasah kemampuan mereka dan menimbulkan ide kreatif untuk dituangkan dalam sebuah tulisan, anggota TPCL wajib memiliki " Buku Cantik" (buku saku) yang mana buku tersebut selalu dibawa kemanapun berada sehingga dalam satu minggu ada satu cerpen yang dihasilkan dari buku cantik tersebut.

Halaman
123
Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved