Banyak Diburu untuk Hewan Kurban, Harga Sapi Bali Naik Rp 5 Juta

Sapi Bali masih menjadi favorit dijadikan hewan kurban, dampaknya harga sapi Bali jelang Idul Adha terjadi peningkatan drastis.

Banyak Diburu untuk Hewan Kurban, Harga Sapi Bali Naik Rp 5 Juta
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Pedagang ternak di pasar ternak Muara Bulian Batanghari Jumat pagi, (10/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullqh Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sapi Bali masih menjadi favorit dijadikan hewan kurban, dampaknya harga sapi Bali jelang Idul Adha terjadi peningkatan drastis. Jumat (10/9)

Pantauan Tribunjambi.com di pasar ternak Muara Bulian Batanghari Jumat pagi (10/8), ada yang sedikit berbeda dari hari Jumat biasanya. Dimana para peternak yang menjajakan sapi terlihat lebih ramai dan lebih berfariasi ternak yang dijajakan.

Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya meski hari raya Idul Adha masih dua pekan lagi. Namun para pemburu hewan ternak sudah mencari sapi sapi yang akan dikurbankan.

Dikatakan M Ali (50) salah satu pelaku pasar ternak kepada Tribunjambi.com mengatakan, jelang Idul Adha 1439 H pedagang sapi di pasar ternak Muara Bulian memang terjadi peningkatan baik dari segi pembeli, pedagang dan ternak itu sendiri.

"Tidak hanya dari jumlahnya saja, dari harganya juga mengalami peningkatan dari hari biasanya. Terutama untuk jenis sapi Bali yang banyak menjadi incaran pembeli," ujarnya kepada tribunjambi.com

Pada hari biasa satu ekor sapi dengan berat 55-60 kilo dihargai Rp 10,5 -11,5 juta. Namun harga tersebut terjadi peningkatan terutama jelang hari raya Idul Adha dengan berat yang sama harga lebih tinggi, dan bisa sampai Rp 12 - 14 juta. Harga tersebut juga mengikuti besar dan bobot pada hewan itu sendiri semakin besar semakin tinggi pula.

Untuk Jenis sapi banyak dari jenis sapi Bali, dan sapi keturunan Bali (sapi kucai). Untuk Batanghari sendiri lebih banyak menggunakan sapi Bali karena kualitas daging lebih banyak dibanding sapi lokal lainnya

"Harga sapi dengan berat sepikul, saat ini mencapai harga Rp 18 juta jika hari biasa hanya Rp 13 perekornya. Kalo sapi lokal harga nya lebih rendah dari sapi Bali," ujarnya.

Sementara itu, dikatakan Masnur (34) pedagang jelang lebaran inilah pedagang bisa menjual harga cukup tinggi. Karena banyak pembeli mencari sapi untuk kurban dengan kuliatas pilihan dan terbaik.

"Pas nak kurban nilah biso naik hargonyo, tapi kalo udah lebaran nanti cenderung turun harganya, karena pembeli lebih mencari untuk bibit," jelasnya.

Sementara itu, dokter hewan Poskeswan Pasar ternak Siti Wardiana kepada Tribunjambi.com mengatakan, sejauh ini dari hasil pengecekan tidak ada tanda-tanda penyakit yang mengkhawatirkan.

"Jelang kurban kita ada pemeriksaan kesehatan hewan dengan posmortem (sebelum pemotongan) dan posama antimortem (sesudah disembelih)," ujarnya.

Untuk hewan ternak di pasar ternak yang akan diqurbankan secara global sudah sesuai satndar termasuk kesehatan hewan sendiri. Sementara untuk jembrana kasusnya berkurang, namun tidak dipungkiri masih ada ditemukan terutama dilapangan (diluar pasar ternak)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help