Vaksin MR

Ribuan Siswa di Merangin Ikuti Vaksin, Ini Tanggapan Dinkes Soal Label Halal MUI

Meski belum ada label halal dari MUI, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin terus melakukan vaksin measles dan

Ribuan Siswa di Merangin Ikuti Vaksin, Ini Tanggapan Dinkes Soal Label Halal MUI
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Meski belum ada label halal dari MUI, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin terus melakukan vaksin measles dan rubella (MR) terhadap anak di Kabupaten Merangin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Solahudin ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/8) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan vaksin terhadap anak di Merangin sejak tujuh hari lalu.

"Sekarang kita setiap hari lakukan vaksin disekolah-sekolah," kata Solahudin.

Baca: Warga Muara Bulian Tewas Terlindas Truk di Tebo Ilir

Dari pantauan di lapangan, sebut Solahudin, memang ada yang belum menerima keberadaan vaksin ini, namun pihaknya tidak mempermasalahkan itu, dan mereka tetap melakukan vaksin.

"Kalau mau nunggu label halal dari MUI ya silahkan, kalau mau sekarang ya silahkan," imbuhnya.

Dari tujuh hari berjalan ini, pihaknya telah mem-vaksin ribuan pelajar di Bangko, baik tingkat SD maupun tingkat SLTP dengan target 103l000 anak yang berumur 9 bulan hingga 15 tahun.

"Kalau dipersentasekan, sekarang sudah 23,24 persen. Targetnya 103.000 ditahun ini," ungkap Solahudin.

Kata dia, Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan berisiko cacat.

Baca: Dana Bos Belum Cair, Gaji Guru Honor di SMA 5 Tabjabtim Mandeg

Baca: Di Sarolangun 47 Bacaleg Tidak Memenuhi Syarat, Bakal Bertambah karena Faktor Ini

Untuk itu, Solahudin berharap setiap orang tua dapat memberikan penjelasan kepada anak-anak agar mau mengikuti vaksin campak dan rubella. Menurutnya, vaksin campak dan rubella adalah mencegah timbulnya penyakit kandungan seperti bayi berkepala besar dan kecil serta kondisi tubuh yang tidak stabil.

 "Kepada orang tua agar bisa memberi nasehat kepada anak-anak mereka. Karena kita takut dampak penyakit yang mengancam generasi kita," kata dia.

"Lebih berat lagi, anak bisa kejang, lumpuh bahkan meninggal. Kalau dia selamat, maka muncul komplikasi penyakit.  Sedangkan sindrom rubella sangat berat, bisa kelainan otak, mata, pendengaran, jantung bisa bocor," sambungnya.

Baca: Dana Bos Belum Cair, Rosdi: Sekolah Manja yang Ngomong-ngomong

Baca: Bupati Hadiri Kuliah Umum di Unja

Baca: 159 CJH Kab Muarojambi Dilepas oleh Asisten I

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved