Kesaksian Maulwi, Diminta Jemput Soeharto, Detik-detik Soekarno ''Mengalah'' pada Lawan Politik

Maulwi mengatakan sebenarnya dualisme kepemimpinan di Indonesia sudah mulai terjadi pasca-Gestapu.

Kesaksian Maulwi, Diminta Jemput Soeharto, Detik-detik Soekarno ''Mengalah'' pada Lawan Politik
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto (kanan). Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, pada 1966. (kompas.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa ini terjadi pada 1966. Kolonel Maulwi Saelan menuturkan kisah Bung Karno pada detik-detik akhir pemerintahannya, dalam buku otobiografi, Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno.

Pada saat itu, situasi politik masih panas.

Menjelang akhir 1966, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) meminta Bung Karno, selaku mandataris MPRS, memberi laporan pertanggungjawaban.

Bentuk pertanggungjawaban itu adalah berupa pidato terkonsep di depan MPRS, yang hasil akhirnya akan ditentukan oleh MPRS melalui rapat pleno, seperti dituliskan di intisari online.

Meskipun sebetulnya belum waktunya memberi pertanggungjawaban, Presiden tetap memenuhi permintaan itu melalui sebuah pidato berjudul “Nawaksara”.

Isi pidato itu memuat sembilan pokok kebijaksanaan Presiden pra-G30S. Namun MPRS menolak.

Soekarno lalu melengkapi pidato pertanggungjawabannya itu dan menyampaikannya pada 19 Januari 1967, melalui Pelengkap Nawaksara.

Baca: Benarkah Rp 750 Miliar? Hakim Beberkan Jumlah Rekening Bank Roro Fitria

Baca: Liga 1 2018 - Jadwal Tanding Pekan ke-20, Perseru vs Bali United dan Persela vs PSM Makkasar

Baca: Liga Champions 2018-2019 - Hasil Leg Pertama Babak Kualifikasi III, Ajax Gagal Menang

Lagi-lagi, MPRS di bawah pimpinan Jenderal AH Nasution, satu-satunya jenderal yang selamat dari penculikan G30S, menolaknya.

Melalui TAP MPRS No. XXXIII/1967, MPRS mencabut kekuasaan Soekarno dan mengangkat Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden hingga pemilu diadakan.

Soekarno merelakan kekuasaannya direnggut lawan-lawan politiknya.

Soekarno
Soekarno ()
Halaman
123
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved