Status Lahan Sekolah Di Tanjabtim Ada yang Bermasalah, Ini Yang Dilakukan Dinas

Seperti melakukan pendataan bukti-bukti kepemilikan tanah masing-masing sekolah.

Status Lahan Sekolah Di Tanjabtim Ada yang Bermasalah, Ini Yang Dilakukan Dinas
net/tribun jambi
ilustrasi sekolah yang hancur

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sengketa klaim masyarakat atas kepemilikan lahan sekolah masih terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Masih Banyak sekolah di Tanjabtim yang status kepemilikan lahan tempat berdirinya sekolah dituntut oleh warga.

Agar tidak ada lagi terjadi klaim dari masyarakat terkait kepemilikan lahan sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemkab Tanjabtim melalui Dinas Pendidikan melakukan upaya pembenahan. Seperti melakukan pendataan bukti-bukti kepemilikan tanah masing-masing sekolah.

"Ada beberapa aset Diknas berupa lahan sekolah yang digugat oleh pihak ahli waris yang telah dihibahkan sebelumnya. Atas hal tersebut, kita sudah melakukan pembenahan dengan mendata bukti-bukti kepemilikan lahan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidika Tanjabtim, Junaedi Rahmad, kepada Tribunjambi.com, Jumat (3/8).

Baca: The Sacred Riana Lolos ke Babak Perempat Final Americas Got Talent 2018

Terkait adanya lahan sekolah yang bermasalah, Dinas Pendidikan Tanjabtim akan melihat terlebih dahulu persoalannya. Jika memang bisa diselesaikan ditingkat pemerintahan, tentunya harus diselesaikan. Tapi jika tidak bisa, dan harus diselesaikan secara hukum, maka Pemkab akan mengikuti proses tersebut.

"Itu tidak masalah, asal semua bukti-buktinya lengkap," terangnya.

Dijelaskannya, untuk tahun ini ada Dua target yang harus diselesaikan kepemilikan lahannya, yakni kepemilikan lahan rumah dinas guru yang ada di Kecamatan Nipah Panjang dan lahan SMPN 7 Tanjabtim Kecamatan Kuala Jambi.

Baca: Motorola Resmi Luncurkan Moto Z3, Ponsel Berteknologi 5G

"Sekarang ini sudah dilakukan peninjauan kembali dan kasusnya sudah ditingkat banding. Kedua kasus lahan tersebut ditargetkan akan selesai pada tahun ini," ungkapnya.

Sementara, untuk persentase kepemilikan sekolah yang sudah memiliki sertifikat lahan, saat ini baru mencapai sekitar 85 persen. Sedangkan 15 persen lagi akan diupayakan untuk diselesaikan.
"Untuk tahun ini baru dua kasus yang akan kitas selesaikan," jelasnya.(*)

Baca: Media Sosial Berhasil Bantu Pecahkan Misteri Hilangnya Pemain Ski 60 Tahun Lalu

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help