12 Kelompok Tani Asuransikan 306 Ha Sawah di Tanjab Timur

"Jadi petani yang mengalami gagal panen dapat terbantu dengan asuransi ini," Pungkas Sunarno.

12 Kelompok Tani Asuransikan 306 Ha Sawah di Tanjab Timur
Tribun Jambi/Zulkifli
Sawah di Kecamatan Berbak, Tanjab Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sebanyak 306 hektare sawah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang tergabung dalam kelompok tani, masuk dalam kepesertaan asuransi. Kelompok tani bisa mengklaim asuransi bila gagal panen akibat bencana alam dan kekeringan.

Kepala Dinas Holtikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sunarno, menyebutkan kelompok tani yang masuk dalam peserta asuransi usaha tani pada tahun 2018 ini terdiri dari 12 kelompok tani dari enam Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang daerahnya rawan kekeringan dimusim tanam April-Agustus, karena dibulan ini kodisi curah hujan menutun drastis.

Keenam kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kecamatan Berbak, Kecamatan Rantau Rasau, Kecamatan Nipah Panjang, dan Kecamatan Sadu.

"Tanaman yang didaftarkan asuransi ini merupakan lahan rawan kekeringan, untuk memberikan rasa aman petani mereka mendaftarkan sawahnya masuk dalam asuransi," kata Sunarno, kepada Tribunjambi.com, pada jumat (3/8).

Selain itu dijelaskan Narno, dari 12 kelompok tani yang melakukan kerja sama asuransi usaha tani padi tersebut, didominasi oleh kelompok tani dari Kecamatan Rantau Rasau. Tercatat ada lima kelompok tani dengan luas lahan 80,5 Hektare di Kecamatan itu.

Petani yang medaftarkan sawahnya hanya membayar 20 persen biaya persatu hektare yang masuk dalam asuransi. Selebihnya disubsidi oleh pemerintah pusat. Pemerintah memberikan subsidi 80 persen atau sekitar Rp 144 ribu perhektare.

Dari total 306 hektare lahan yang masuk asuransi. Para petani membayar premi swadaya secara keseluruhan sebesar Rp Rp 11.016.000.

Pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultara kini tengan gencar mensosialisasikan asuransi pertanian. Melalui program ini, petani dapat memperoleh ganti rugi Rp 6 juta perhektare jika mengalami gagal panen.

"Jadi petani yang mengalami gagal panen dapat terbantu dengan asuransi ini," Pungkas Sunarno.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved