9 PKBM di Batanghari Tak Bisa Ikut Ujian Paket Kesetaraan, Ini Sebabnya

kesulitan PKBM dalam pengiputan data siswa secara online pada saat persiapan ujian akhir sebelumnnya merupakan salah satu faktor penyebabnya.

9 PKBM di Batanghari Tak Bisa Ikut Ujian Paket Kesetaraan, Ini Sebabnya
Tribun Jambi/Abdullah Usman
peserta ujian persamaan PKBM di Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di kabupaten Batanghari yang mengikuti ujian Paket kesetaraan tahun ajaran 2017/2018 menurun jauh. 

Pasalnya, kesulitan PKBM dalam pengiputan data siswa secara online pada saat persiapan ujian akhir sebelumnnya merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Selain itu, operator pada PKBM Batanghari ternyata diketahui tidak mendapat pelatihan secara serius mengenai tata cara pengimputan data anak secara online yang akan diikut sertakan ujian. Sehingga dari 13 PKMB yang ada hanya empat yang bisa melaksanakan ujian paket UNBK secara online.

" Jumlah ujian paket A, B dan C di Kabupaten Batanghari menurun dari tahun sebelumnya. Hal ini dilihat dari jumlah 13 PKBM yang ada hanya empat yang bisa melaksanakan ujian kesetaraan tersebut," kata Kasi PAUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari, Sugianto, Senin (30/7).

Ditambahkannya pula, untuk tahun pelajaran 2017/2018 kemarin hanya empat PKBM yang ikut serta ujian paket kesetaraan, lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang berjumlah delapan PKBM.

Kelemahanya pada tahun kemarin oleh masing-masing PKBM yang tidak bisa mengikuti ujian dikarenakan pada pengimputan data kurang maksimal yakni operator.

"Karena memang kurangnya pendalaman terhadap cara agar data yang diinput dapat diterima oleh pusat. Kita tidak ada angarannya untuk membuat semacam pelatihan terhadap operator PKBM maupun LKP,” Jelasnya.

Dikatakannya pula Diknas akan mengusulkan rencana penganggaran pada bidang pelatihan atau diklat operator PKBM dan LKP untuk lebih memakasimalkannya lagi. Agar PKBM yang ada di Batanghari dapat melaksanakan ujian kesetaraan dengan apa yang diharapkan.

Pada akhir tahun kemarin jumlah PKBM yang mengikuti ujian paket A berjumlah 26 orang semua lulus, paket B 194 jumlah kelulusan  hanya 70 peserta. Sedangkan paket C setara SMA sederajat berjumlah 166 peserta yang lulus hanya 130 orang.

“Dari total empat PKBM itu ada 386 peserta paket A, B dan C yang ikut serta sebagai DNT, namun pada hasil kelulusuan hanya 226 peserta yang lulus dan 160 peserta gagal disebabkan ada mundur, dan gagal ujian,” pungkas Sugianto.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help