Operasi Rutin Juni-Agustus, Pemkab Tanjab Timur Siap-siap Antisipasi Karhutla

Potensi untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi, karena curah hujan di bawah normal.

Operasi Rutin Juni-Agustus, Pemkab Tanjab Timur Siap-siap Antisipasi Karhutla
Tribun Jambi/Zulkifli
Memasuki cuaca panas dibulan Juni-Agustus, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

MUARASABAK TRIBUN - Memasuki cuaca panas dibulan Juni-Agustus, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan.

BPBD Tanjabtim telah meningkatkan upaya penanganan pencegahan bencana karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, Ja'far, mengatakan status siaga telah ditetapkan oleh Bupati Tanjung Jabung Timur. Itu berdasarkan hasil prakiraan cuaca BMKG yang menyatakan Tanjung Jabung Timur pada bulan Juni-Agustus cuaca cukup panas.

Potensi untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi, karena curah hujan di bawah normal.

BPBD kini tengah fokus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Mulai tanggal lima yang lalu, kita telah mulai melakukan operasi patroli secara rutin. Baik TNI, Polri, pemadam kebakaran, termasuklah dishutbun semua telah disatukan menjadi satu tim terpadu, untuk kegiatan rutin patroli, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan," ujar Ja'far, Sabtu (21/7).

Tim terpadu ini berupaya untuk menekan terjadinya titik hotspot yang kemungkinan disebabkan oleh kelalaian manusia.

"Langkah-langkah yang telah kita lakukan, kita telah bentuk posko tim komando, yang langsung dikomandoi oleh Pak Dandim. Secara teknis opersi kita telah bahas dan ditetapkan, kita dibagi dalam satu posko induk dan lima posko lapangan," sebut Ja'far.

Lokasi posko
Posko induk dipusatkan di Kantor BPBD Tanjung Jabung Timur, sementara posko lapangan tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya di Desa Kota Baru Kecamatan Geragai, Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu, Desa Rantau Makmur Kecamatan Berbak, Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang, serta Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu.

"Semua posko lapangan ini masing-masing ada komandan pos, itu sudah ditunjuk Pak Dandim. Setiap posko juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan, masing-masing satu mesin pedam, radio, GPS, disesuaikan dengan kebutuhan. Dan sebagian desa juga standby mesin pemadamnya. Dan ini sudah berjalan dan alhamdulillah sampai hari ini kita bisa menekan terjadinya Kebakaran hutan dan lahan," ujar Ja'far.

Posko-posko lapangan akan bekerja setiap hari mulai pagi hingga sore, namun posko induk akan terus memonitoring selama 24 jam.

Baca: Indomaret dan Alfamart Lokasinya Kerap Berdekatan, Regional Manager Buka Rahasia Alasannya

Baca: Awalnya Nonton Organ Tunggal, Adu Mulut, Saling Kejar Hingga Seorang Pemuda Meninggal

Baca: KPK Geledah Lapas Sukamiskin, Benarkah Kalapas Terjerat Suap dengan Napi Korupsi?

"Jadi selama 24 jam itu terus dimonitoring," kata Ja'far.

 Kegiatan operasi telah ditetapkan mulai tanggal 5 juli hingga 7 september. Namun tidak menutup kemungkinan diperpanjang dengan melihat situasi.

 "Sepanjang perkiraan cuaca seperti ini, dan giat tim satgas satuan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan secar efektif bekerja seutuhnya, insyallah Kondisi kita bisa aman. Kalau saya kepala BPBD target saya bukan Asia games, tapi tujuan kita lebih luas dari itu. Kita ingin menjamin ketentraman masyarakat dalam kehidupan. Tapi sampai berakhirnya Asian Games ini insyallah bisa kita atasi," ujar Ja'far.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Mobile Legends Southeast Asia Cup 2018, Catat Waktunya di Kompas TV

Baca: KPK Geledah Lapas Sukamiskin, Benarkah Kalapas Terjerat Suap dengan Napi Korupsi?

Penulis: Zulkifli
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help