Home »

News

» Jakarta

Ssstttt Ada Lurah Sudah Mulai Kayak Bos-bos, Semua Datang ke Kantor Siang

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku mendapat laporan bahwa ada sejumlah lurah di Jakarta yang sering terlambat

Ssstttt Ada Lurah Sudah Mulai Kayak Bos-bos, Semua Datang ke Kantor Siang
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Foto diambil Kamis (3/3/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku mendapat laporan bahwa ada sejumlah lurah di Jakarta yang sering terlambat masuk.

Oknum lurah tersebut, kata dia, kerap datang ke kelurahan pada siang hari.

"Ada beberapa lurah juga sudah mulai kayak bos-bos, semua datang ke kantor siang," ujar Prasetio setelah mendaftarkan bakal calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari PDI-P ke Kantor KPU DKI Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Ia mengaku kecewa akan sikap oknum tersebut yang dianggap lalai dalam hal kedisiplinan.

Namun, Prasetio enggan mengungkapkan siapa oknum lurah tersebut.

"Padahal dia ini jantungnya DKI, dia melayani. Itu yang kita sikapi dan kritisi agar mereka semua bekerja maksimal. Soal oknumnya siapa, pokoknya oknum kelurahan," ujar Prasetio.

Baca: Pindah Perahu Pada Pemilu Legislatif 2019.ke PAN, Lulung Putuskan Untuk Naik Kelas

Baca: Fahri Hamzah : Kalau Pak Prabowo Ngadepin Jokowinya Kayak Begini, Dia Enggak Bakal Menang

Baca: KPK Amankan Bupati Labuhanbatu di Bandara Soekarno-Hatta

Ia sebelumnya mengatakan, ada warga yang melapor kepadanya tentang pungutan liar (pungli) oleh oknum lurah.

Orang yang melapor kepada Prasetio itu sempat mengeluarkan uang untuk oknum tersebut.

Prasetio tidak mau membocorkan oknum lurah tersebut, tetapi dia bilang ada di seluruh wilayah Jakarta.

Prasetio mengatakan, dia juga akan turun langsung ke lapangan untuk membuktikan laporan itu.

Selain itu, pihaknya akan membuka posko pengaduan pungli di Fraksi PDI-P di Gedung DPRD DKI Jakarta.

"Saya akan membuat posko pengaduan masyarakat yang kena pungli di Fraksi PDI-P di DPRD. Pokoknya kami langsung tidak lanjut, ini (pungli) enggak boleh," ujar dia.

Editor: budi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help