Kejadian 40 Tahun Silam Terungkap, Benarkah NASA Menghancurkan Bukti Kehidupan di Mars?

Dengan menemukan bukti kehidupan di planet Mars, mungkin kita akan mendobrak terobosan ilmiah terbesar sepanjang sejarah.

Kejadian 40 Tahun Silam Terungkap, Benarkah NASA Menghancurkan Bukti Kehidupan di Mars?
kompas.com
Gambaran Dataran Planet Mars(rizky C Septania/Youtube) 

TRIBUNJAMBI.COM - Dengan menemukan bukti kehidupan di planet Mars, mungkin kita akan mendobrak terobosan ilmiah terbesar sepanjang sejarah.

Tak heran, NASA telah menghabiskan puluhan tahun untuk dapat mewujudkannya. Wahana antariksa pertama yang dikirim manusia ke planet merah adalah Viking Lander.

Pesawat tak berawak ini dikirim NASA ke Mars pada pertengahan 1975, dan mengeksplorasi planet merah sampai sepuluh bulan kemudian.

Saat itu, misi Viking Lander adalah untuk menemukan sampel organik yang menunjukkan adanya kehidupan di Mars pada masa lalu.

Sampai akhir misinya dan pulang ke bumi, Viking tidak membawa hasil.

Lebih dari 40 tahun berlalu, sebuah penelitian terbaru menduga Viking Lander justru telah menghancurkan bukti kehidupan yang dicarinya.

Makalah yang terbit di Journal of Geophysical Research: Planets, Rabu (20/6/2018), fokus mempelajari program Viking Lander yang dirancang untuk menganalisa tanah planet merah dan menemukan sampel organik di sana.

Para ahli yang terlibat dalam studi baru ini mengatakan semuanya salah dari awal. Melissa Guzman, penulis utama laporan mengatakan, saat Viking Lander mendarat di permukaan Mars, ia membakar sampel tanah untuk menganalisis uap yang dihasilkan.

Padahal, dalam laporan tahun 2008 tentang misi NASA yang menjelajahi kutub utara Mars menemukan bahwa tanah Mars mengandung sejenis garam yang mudah terbakar, yang disebut perklorat.

Dari temuan tahun 2008 itu, para ahli kemudian menarik kesimpulan bahwa kedatangan Viking Lander 40 tahun silam secara tidak sengaja membakar sampel yang dicarinya.

"Ini benar-benar tidak terduga dan tidak kami ketahui. Ini seperti Anda mendapat wawasan baru dan menyadari yang sebelumnya dilakukan adalah salah," kata ilmuwan NASA chris McKay kepada New Scientist dilansir Newsweek, Kamis (12/7/2018).

Dilansir BGR, Kamis (12/7/2018), para ilmuwan masih tidak bisa mengatakan apakah pernah ada kehidupan di Mars atau tidak. Adanya molekul organik adalah petunjuk besar, namun tetap ada proses alami lain sehingga dapat menghasilkan kehidupan.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help