Home »

Jambi

» Bungo

Tinggal 10 Meter, Mashuri Instruksikan DLH Lihat Sungai Batang Bungo yang Ditimbun

Bupati Bungo menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bungo segera tinjau timbunan pada pembangunan jembatan, pada Kamis (12/7).

Tinggal 10 Meter, Mashuri Instruksikan DLH Lihat Sungai Batang Bungo yang Ditimbun
Tribun Jambi/Jaka HB
pembangunan jembatan Batang Bungo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Bupati Bungo menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bungo segera tinjau timbunan pada pembangunan jembatan, pada Kamis (12/7).

Mashuri selaku Bupati Bungo mengatakan tujuannya untuk melihat semua teknis yang ada. Terkait penimbunan sebagian besar aliran Sungai Batang Bungo tersebut.

“Kami memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera turun ke lapangan. Melihat langsung kondisi yang ada,” katanya.

Mashuri mengingatkan, meski pun pembangunan jembatan untuk orang banyak tetap perlu melihat sisi lingkungan. "Dalam pengerjaannya tetap tidak boleh mengabaikan lingkungan dan peraturan yang telah ditetapkan," ungkapnya.

"Semua yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sebelumnya lebih dari setengah Sungai Batang Bungo ditimbun tanah, dan hanya tersisa 10 meter. Penimbunan ini berlangsung hampir dua minggu.

Penimbunan ini dilakukan atas nama pembangunan duplikat jembatan Batang Bungo. Timbunan digunakan untuk mempermudah alat berat memasangkan paku bumi untuk pembangunan jembatan.

Beberapa warga menonton pembangunan itu tiap sore. Salah satu warga khawatir penimbunan sungai akan membikin banjir, terlebih pada Selasa (10/7) dini hari hujan lumayan lama.

Aliran sungai ditimbun sekitar 70 persen. Sedangkan panjang jembatan yang akan dibangun sekitar 90 meter.

Tribun kemudian mengonfirmasi dinas lingkungan hidup bBungo terkait pembendungan air sungai dengan timbunan itu.

Prasetyo selaku kadis Lingkungan Hidup Bungo mengatakan tidak pernah mengeluarkan izin. Soal membendung air sungai Batang Bungo.

Selain itu juga tidak pernah sama sekali adanya pengajuan kajian lingkungan akibat dampak dari aktivitas tersebut.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help