Stok Putus, Harga Ayam di Pasar Tanjabbar Tembus Rp 48 Ribu

Harga daging ayam potong di pasar tradisional Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tembus Rp 45 ribu per kilogram.

Stok Putus, Harga Ayam di Pasar Tanjabbar Tembus Rp 48 Ribu
tribunjambi/darwin
pedagang dan warga mengeluhkan tingginya harga ayam yang tembus Rp 48 ribu per kilonya. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Harga daging ayam potong di pasar tradisional Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tembus Rp 45 ribu per kilogram.

Hal tersebut membuat pedagang maupun pembeli mengeluhkan kondisi sudah terjadi sejak akhir lebaran kemarin.

Rahmat (43) seorang pedagang ayam potong di Pasar Kuala Tungkal, menjelaskan, kenaikan harga tersebut terjadi sejak akhir lebaran kemarin hingga sekarang.

“Sekarang harga daging ayam ada yang mencapai Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram, dari harga normal Rp 28 hingga Rp 30 ribu per kilogram,” katanya, Kamis (12/7).

Dia menjelaskan, kondisi ini juga membuat pedagang kewalahan, selain permintaan stok yang mulai sulit, peminat atau pembeli juga sedikit berkurang sejak naiknya harga ayam tersebut.

Hal dikatakannya karena jumlah stok ayam yang tidak ada. Oleh karena itu dia dan pedagang lainnya terpaksa mendatangkan ayam dari luar kabupaten.

"Stok ayam kita untuk siap potong itu kosong. Banyak yang masih kecil-kecil. Sekarang kita terpaksa datangkan dari Palembang," ungkapnya.

Pantauan tribunjambi.com, tak banyak pedagang yang berjualan ayam potong tersebut, dikarenakan kesulitan stok.

Sementara itu, nampak para pembeli terlihat mencari daging ayam. Namun, hanya sedikit yang membeli karena harganya mahal.

Para pembeli mengeluh menanggapi kenaikan harga daging ayam ini. Mereka berharap agar harga daging ayam kembali normal.

"Soalnya berat kalau harga segitu, masak sampai 45 ribu. Maunya normal lagi, kalau bisa ya turun dari harga normalnya," ungkap salah seorang pembeli.

Dia mengatakan mau tidak mau harus membeli daging ayam dengan harga yang tinggi, karena itu kebutuhan.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help