Ini Keluhan Warga Mestong, Sehari Listrik Bisa Tiga Kali Mati

Warga Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, mengeluhkan kondisi listrik yang seringkali mati.

Ini Keluhan Warga Mestong, Sehari Listrik Bisa Tiga Kali Mati
AFP
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Warga Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, mengeluhkan kondisi listrik yang seringkali mati.

Warga Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Dwi Cahya Ardana, mengatakan, hampir setiap hari listrik di daerah Mestong, khususnya Desa Sebapo mati. Bahkan menurutnya, dalam satu hari bukan sekali namun bisa sampai tiga kali listrik mati.

"Sudah biso dikatakan hampir setiap hari mati lampu di sini. Ini sudah lebih dari setahun kondisi seperti ini. Sehari biso tiga kali mati lampu," tuturnya, kepada Tribunjambi.com.

Baca: Dari Ibu-ibu Sampai Sopir Truk Jadi Sasaran Kejahatan Geng Bad Boys, Ketuanya Tewas Ditembak Polisi

Durasi dalam satu kali listrik mati kata Dwi, bisa satu hingga tiga jam. Hal ini membuat tergangu, apalagi di Desa Sebapo, rerata untuk kebutuhan sehari-hari membutuhkan listrik dalam aktivitasnya.

"Misalnyo air, rata-rata air sumur pakai mesin air. Sedangkan kebutuhan air itu kan setiap hari. Jadi kami ngeraso tergangu, mati itu hampir tiap hari. Bukan semingu atau sebulan sekali," keluh Dwi.

"Kita setiap mati lampu selalu telpon nomor pelayanan pelanggan 123, dibilang akan di tindak lanjuti. Dan, itu setiap mati lampu. Artinya sudah setahun lebih dan kondisi masih tetap sama," tambahnya.

Baca: Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Diminta Tidak Melakukan Aktivitas Dalam Radius 1 Km

Ia berharap agar kondisi ini bisa menjadi perhatian pihak PLN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi PLN sudah menjadi kebutuhan hidup bagi masyarakat saat ini.

Senada dikatakan Maryam, seorang pedagang sayur di Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi. Ia mengeluhkan dengan seringnya listrik mati. Padahal seperti lemari es, dibutuhkan untuk menyimpan ikan.

"Iya, mati lampu terus di sini. Kita pedagang apalagi ikan, ayam yang kek gitu kan masuk ke kulkas. Tiap hari mati terpaksalah kita pakai es batu dulu. Kadang kalo sudah malam, dak mungkin lagi nak pakek es batu. Terpaksalah kita makan sendiri ikan atau ayam tadi," jelasnya.

Baca: Bupati Syahirsah Ancam Copot Jabatan ASN yang Terlibat Narkoba

Meskipun memang hingga saat ini, di tempat tinggalnya belum ada barang elektronik yang menggunakan listrik rusak. Namun, kekhawatiran akan dampak dari seringnya mati lampu tetap ada.

"Iya takut lah TV, Kulkas, dan barang lainnyo rusak. Kan, mati lampu tibo-tibo. Kalo biso di baikinlah apo yang harus dibaikin. Kalo perlu yang rusak tu ganti baru," harapnya.

"Mati lampu kami jugo tetap bayarnyo samo lah kek biasonyo. Dak ado berubah-ubah. Kalo berubah enak jugo," tutupnya. (*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help