Ini Faktor Penyebab Ganguan Listrik di Mestong dan Sekitarnya

Dengan kabel yang panjang dan banyaknya ganguan-ganguan seperti pohon dan hewan, menjadikan wilayah Mestong sering mengalami ganguan listrik.

Ini Faktor Penyebab Ganguan Listrik di Mestong dan Sekitarnya
TRIBUNJAMBI/HERU PITRA
Ilustrasi. Pembersihan jaringan listrik di daerah Merangin 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Jalur listrik di kawasan Desa Bertam dan Desa Suka Maju Kabupaten Muarojambi, rawan pohon dan binatang. Akibatnya daerah-daerah tersebut sering mengalami ganguan listrik. Hal ini di ungkapkan Haris Andika, Menejer PLN Area Jambi.

Haris juga mengatakan bahwa dengan kondisi tersebut ditambah lagi panjang jalur kabel PLN dari Sei Gelam ke arah Bertam dan Suka Maju, yang melalui daerah Mestong, sekitar 75 km.

"Semakin panjang maka semakin rentan jaringan tersebut. Dan, daerah-daerah tersebut rawan pohon dan binatang terutama arah Bertam dan Suka Maju," jelas Haris, yang dikonfirmasi via whatsapp.

Baca: Manajer PLN: Listrik Mati Tiga Kali Sehari di Mestong Tidak Benar

Dengan kabel yang panjang dan banyaknya ganguan-ganguan seperti pohon dan hewan, menjadikan wilayah Mestong sering mengalami ganguan listrik.

"Jadi, terkena gangguan pohon yang kena jaringan maupun binatang, seperti monyet yang lompat dan kena jaringan," tuturnya, mencontohkan.

Daerah Desa Bertam dan Suka Maju bilang Haris, banyak tanaman sawit dan karet yang sulit perijinannya untuk dilakukan pemotongan pohonnya, dan pohonnya yang cepat tingginya.

Baca: Romi Berharap Perolehan Kursi PAN di DPRD Tanjabtim Sebanyak-banyaknya

Untuk itu, Pihak PLN akan terus melakukan perintisan atau pemotongan pohon. Karena dikatakannya, memang pohon menjadi penyebab utama terjadinya listrik padam.

"Tentunya ini harus dapat dukungan dari masyarakat. Terutama mengijinkan PLN untuk potong pohon yang sudah dekat jaringan. Tanpa ada ijin dari masyarakat, listrik masih akan sering padam," tutupnya. (*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved