Bentuk Poros Ketiga, Demokrat Tunggu Partai yang Kecewa dari Jokowi Ataupun Prabowo

Partai Demokrat bergeming soal arah dukungannya pada pemilihan presiden 2019. Sang Ketua Umum Susilo Bambang

Bentuk Poros Ketiga, Demokrat Tunggu Partai yang Kecewa dari Jokowi Ataupun Prabowo
Jokowi, Mahfud MD dan TGB 

TRIBUNJAMBI.COM- Partai Demokrat bergeming soal arah dukungannya pada pemilihan presiden 2019. Sang Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk menunggu Joko Widodo dan Prabowo Subianto menentukan calon wakil presidennya terlebih dahulu, baru partainya menentukan sikap.

Pengalamannya pernah menjabat Presiden RI selama periode 2004-2009 dan 2009-2014 membuat SBY percaya diri partainya akan menjadi 'game changer' alias pengubah permainan dalam momentum tersebut.

Baca: Thailand Akui Keberhasilan Misi Penyelamatan 12 Remaja dari Goa Tham Luang Berkat Bantuan Asing

Baca: Polisi Tetapkan Pemilik KMP Lestari Maju, Hendra Yuwono Jadi Tersangka Ini Alasannya

Baca: Tentang Kemungkinan Prabowo Batal Nyapres, Ini Pengakuan Mengejutkan Sandiaga Uno

Lantas, apa maksud SBY itu?

Rupanya, maksud Partai Demokrat memilih menunggu cawapres Jokowi dan Prabowo itu adalah demi melihat reaksi partai politik koalisi masing-masing.

"Entah apakah pengumuman dilakukan jauh-jauh hari dari pendaftaran KPU atau mepet-mepet di 10 Agustus, apakah semua partai politik koalisi mereka merasa puas (dengan keputusan cawapres Jokowi dan Prabowo)? Itu kan baru diketahui setelah pengumuman cawapres dilakukan," ujar Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin kepada Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

"Manakala pengumuman (cawapres) terjadi dan ada partai politik koalisi yang merasa aspirasinya tidak diakomodasi, tidak diajak komunikasi dalam penentuan atau alasan apapun, kemudian dia merasa kecewa atau kurang puas, di situlah Demokrat akan memainkan perannya sebagai 'game changer', merubah permainan," lanjut dia.

Amir menegaskan, Demokrat siap mengakomodasi partai politik yang kecewa itu dan membentuk poros politik baru.

Melihat peta kengototan partai politik soal pengajuan cawapres, Amir melihat, partai politik pada koalisi Jokowi lah yang paling banyak mengajukan nama ketua umumnya sebagai pendamping Jokowi.

Baca juga: Makin Mengerucut, Ini Kandidat Cawapres Prabowo Ia yakin ada tersisa kekecewaan di antara partai politik yang kadernya tidak digandeng Jokowi sebagai cawapres.

Amir mengakui, gaya politik Jokowi memang merangkul.

Halaman
123
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help