Resmi Terdaftar di MK, Kuasa Hukum ZA Sebut Tak Masalah Selisih Lebih 2 Persen

Bahkan ada beberapa perbaikan yang dilakukan juga sudah diselesaikan oleh tim advokasi Zainal Arsal yang dipimpinnya.

Resmi Terdaftar di MK, Kuasa Hukum ZA Sebut Tak Masalah Selisih Lebih 2 Persen
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Debat publik Pilkada Kerinci, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Irawadi Uska, Kuasa hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Zainal Abidin dan Arsal Apri, memastikan pendaftaran Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Tahun 2018 telah selesai dilakukan.

Menurut Irawadi, pihaknya terlebih dahulu telah mendaftarkan perkaranya secara online dan kemudian baru Rabu (11/7) pagi pihaknya menyerahkan berkas secara fisik ke Mahkamah Konstitusi RI.

Saat ini sebutnya, semua berkas telah diserahkan. Bahkan ada beberapa perbaikan yang dilakukan juga sudah diselesaikan oleh tim advokasi Zainal Arsal yang dipimpinnya.

Baca: Jalani Ujian Semester, Ini Imbauan Pihak Pengajar pada Mahasiswa STIKBA Jambi

“Semuanya sudah selesai. Kita sudah serahkan semua berkas kepada pihak MK, mulai dari permohonan, daftar alat dan dokumen bukti, surat kuasa, dan lain-lain. Saat ini, kita sudah mengantongi akta pengajuan permohonan pemohon dan daftar kelengkapan permohonan pemohon dari MK,” tegasnya.

Lantas apa saja yang menjadi pokok permohonan, Irawadi menjelaskan bahwa pihaknya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci periode 2019-2024 diwarnai dengan pelanggaran-pelanggaran dalam proses penyelenggaraan. Baik yang dilakukan oleh termohon maupun oleh tim kampanye relawan dan unsur pemerintahan itu sendiri.

Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Kerinci beberapa waktu lalu
Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Kerinci beberapa waktu lalu (Tribun Jambi/Herupitra)

Sehingga membuat pelanggaran serius yang bersifat terstruktur, sistematis dan massif secara signifikan langsung mempengaruhi hasil perolehan suara.

Dirinya menegaskan, dalam pokok perkaranya, keterlibatan pejabat ASN, kepala desa, money politik, DPT dan kecurangan lainnya sudah disampaikan dalam permohonan yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi.

Baca: Buntu, Mediasi Petani dengan PT Kaswari yang Difasilitasi Pemkab Tanjabtim Diagendakan Ulang

Terkait dengan selisih suara yang lebih dari 2 persen. Irawadi menyebut walaupun selisih suara lebih dari 2 persen antara perolehan suara pemohon dengan pasangan calon peraih suara terbanyak, akan tetapi Mahkamah tidaklah membiarkan dirinya dipasung oleh keadilan prosedural semata, melainkan juga keadilan secara substantif, sebagaimana telah menjadi yurisprudensi dalam berbagai putusan Mahkamah.

Berangkat dari situlah kata Irawadi, pihaknya meminta agar Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan yang menyatakan tidak sah dan batal demi hukum penetapan KPU Nomor 107/HK.03.1-Kpt/1501/KPU-Kab/VII/2018 tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci tahun 2018 tertanggal 05 Juli 2018, kemudian mendiskualifikasi pasangan Calon Nomor Urut 2 (dua) atas nama Dr. H. Adirozal, M.Si dan Ir. H. Ami Taher sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kerinci periode 2019-2024.

“Juga dalam petitum, kita memohon agar MK memerintahkan kepada Termohon (KPU) untuk menerbitkan surat keputusan yang menetapkan pasangan calon nomor urut 3 Zainal Abidin dan Arsal Apri sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kerinci periode 2019-2024,” jelasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help