Pemilik Warung di Kerinci Diberi Uang Palsu

Pelaku peredaran uang palsu (upal) mulai melancarkan aksinya di Kabupaten Kerinci.

Pemilik Warung di Kerinci Diberi Uang Palsu
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Warga Siulak Mukai, Kerinci merasa tertipu setelah seseorang yang tak dikenal belanja di tokonya, Jumat (3/3) beberapa waktu lalu. Namun setelah transaksi belanja terjadi, ternyata baru diketahui uang kertas seratus ribu tersebut uang palsu (Upal). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Pelaku peredaran uang palsu (upal) mulai melancarkan aksinya di Kabupaten Kerinci. Pelaku mengedarkan uang palsu dengan cara belanja di warung-warung.

Seperti yang menimpa Iwarni, pemilik warung di Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci. Ia menjadi korban pengedar uang palsu pada Senin (9/7) malam lalu.

Kejadian berawal sekitar pukul 22.00 WIB, saat itu didatangi dua orang yang menggunakan mobil Tayota Rusd warna hitam. Tujuannya untuk membeli bahan bakar jenis pertalite.

Baca: Tersangka Pungli CPNSD K2 Didakwa di Pengadilan Tipikor Hari Ini, Pengacara Ajukan Eksepsi

Saat itu pelaku dilayani oleh adik korban, M Rasyid. Dimana satu orang pelaku turun menghampiri Rasyid, mengatakan ingin membeli pertalite sebanyak Rp 200 ribu.

Tanpa curiga Rasyin lalu mengambil sejumlah jerigen berisi minyak untuk dimasukkan ke tangki mobil pelaku. Setelah diisi, pelaku yang berada di dalam mobil memberikan uang sebesar Rp 200 ribu pecahan Rp 50 ribu sebanyak empat lembar.

Usai membayar, pelaku langsung melaju kendaraannya. Setelah melihat uang yang diberikan pelaku, korban merasa ada yang aneh dengan uang yang diterimanya tersebut. Sebab tidak seperti uang lain pada umumnya. Korban pun mengecek uang tersebut.

Baca: Halalbihalal Swiss-Belhotel Jambi, Serahkan Bantuan pada 10 Keluarga Rumah Kardus

Setelah korban menilitinya, ternyata uang tersebut palsu. Sebab luntur warnanya saat terkena air hujan.

“Uang yang diberi pelaku beda dengan aslinya, karena luntur,” kata Rasyid.

Rasyid mengaku, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Danau Kerinci. Atas kejadian itu dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 200 ribu.

Kapolsek Danau Kerinci, Iptu Tabroni dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut. Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait adanya korban peredaran uang palsu.

Baca: Bupati Muarojambi Tiup Lilin dan Potong Tumpeng, Peringati HUT Bhayangkara ke 72

“Ya, kita dapat informasinya. Tapi pelakunya belum tahu karena korban tidak mengenalnnya,” ujar kapolsek.

Untuk itu dia meminta agar masyarakat hati-hati, terutama pemilik warung yang sering didatangi orang tak dikenal untuk berbelanja. Dimana saat diberikan uang agar memeriksanya terlebih dahulu.

“Jika merasa curiga dengan uang yang diberikan jangan diterima,” himbaunya.(*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help