Jelang Pilpres 2019, Tak Cuma TGB, Tokoh Nasional Ini Sudah Lebih Dulu Alihkan Dukungan ke Jokowi

Pemilihan presiden (Pilpres) 2014, hanya memunculkan dua nama sebagai calon presiden (capres), yakni Joko Widodo (Jokowi) dan

Jelang Pilpres 2019, Tak Cuma TGB, Tokoh Nasional Ini Sudah Lebih Dulu Alihkan Dukungan ke Jokowi
Kolase
TGB dan Jokowi 

Dikutip dari Kontan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan, pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin guna membantu Kantor Staf Presiden melakukan fungsi komunikasi politik kepada publik.

"Dia adalah politisi senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Tugasnya adalah sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Bukan sebagai Juru Bicara Presiden atau Staf Khusus Presiden," ungkapnya, Rabu (23/5/2018).

Lebih lanjut ia menyampaikan, tugas Ali akan membantu mengomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah.

Karena, saat ini sudah begitu banyak program dan kebijakan yang dibuat Pemerintah, dan memerlukan komunikasi kepada publik yang lebih luas.

Adapun terkait sikap politiknya di masa lalu yang lebih banyak berseberangan dengan Pemerintah, Moeldoko mengatakan, bagi pemerintah, tidak ada yang namanya lawan politik, semua adalah partner demokrasi.

Idrus Marham

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini merupakan oposisi sejak pilpres 2014 hingga terpilihnya Jokowi.

Namun, di tahun 2016, Golkar berubah menjadi partai yang mendukung pemerintahan Jokowi.

Dukungan yang diberikan Golkar mau tidak mau membuat Presiden harus merombak kabinet untuk mengakomodasi kader partai berlambang pohon beringin itu dalam pemerintahan.

Idrus pun sukses berada di sisi Jokowi dengan menjadi menteri sosial yang menggantikan Khofifah di resuffle kabinet jilid III.

Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved