DPD RI Ajang Persaingan Kader Partai dan Independent

Perebutan empat kursi DPD RI Dapil Jambi menjadi ajang pertarungan kader partai dan Independen. KPU tegaskan tidak

DPD RI Ajang Persaingan Kader Partai dan Independent
TRIBUN JAMBI/HENDRI DUNAN

Sementara itu jawaban berbeda disampaikan oleh H. Abu Bakar Jamaliah calon DPD RI yang juga Incumbent. Menurutnya adanya orang partai tidak menjadi persoalan. Sebab, menurutnya siapa yang terpilih tentulah mereka uang terbaik. Selain itu semua yang terpilih sudah menjadi keputusan Tuhan.

"Kita optimis dan berprasangka baik saja. Siapa pun yang terpilih kita berpikir kedepan. Karena yang menentukan kehidupan bukan kita," ucap Abu Bakar Jamaliah.

Elviana, calon DPD juga mengungkapkan hal yang sama. Bahwa dirinya ingin kembali maju ke Senayan melalui jalur DPD RI tidak melalui jalur Partai diakuinya semata ingin membantu masyarakat. Meskipun dirinya mengaku ada kekurangan kewenangan yang dimiliki bila menjadi anggota DPD mendatang. Sebab, sebelum maju calon DPD RI tahun 2019 dirinya pernah duduk sebagai Anggota DPD di periode sebelumnya.

Baca: Realisasi PAD Kota Jambi Sudah Capai 56 Persen

Baca: Kepesertaan BPJS Kesehatan, Kota Jambi Diurutan Pertama

Baca: Tersangka Pungli CPNSD K2 Didakwa di Pengadilan Tipikor Hari Ini, Pengacara Ajukan Eksepsi

"Saya masih kader PPP. Di parlemen kalau saya duduk tidak wajib mundur. Kecuali saya maju Pilkada baru mundur dari partai," kata Elviana.

Elviana menjelaskan perbedaan kekuatan politik antara DPR dan DPD. Menurutnya DPR itu lembaganya yang kuat. Meski kader partai yang terpilih hanya duduk saja di Senayan mereka bisa membawa pulang program ke daerahnya. Sementara bagi anggota DPD, bila tidak kuat dan tidak bekerja maka tidak akan bisa membantu daerahnya. Maka dari itu dirinya mengatakan yangenjadi anggota DPD itu haruslah orang yang kuat dan mau bekerja keras untuk daerahnya melalui jalur DPD.

Azim Antoni Norega Kaos, calon independen penantang Incumbent yang masih duduk di bangku kuliah ini pun cukup optimis bisa mengalahkan mereka. Dan dirinya mengaku bahwa hanya usaha yang bisa mengalahkan para Incumbent atau calon calon lain yang mendapat support dari partai mereka.

"Intinya kita mencoba dan berusaha sungguh-sungguh. Kalau kita berusaha maksimal, siapapun lawannya mudah-mudahan kita bisa lebih baik," ungkap Azim Antoni Norega Jais.

Baca: Halalbihalal Swiss-Belhotel Jambi, Serahkan Bantuan pada 10 Keluarga Rumah Kardus

Baca: HUT ke-50, Jajaran Pimpinan BPJS Kesehatan Layani Langsung Masyarakat

Baca: Penyidik KPK Datangi Lapas Jambi. Empat Terpidana Kasus Uang Ketok Palu Kembali Diperiksa

Baca: Ini Daftar Calon Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Jambi yang Lolos Seleksi Administrasi

Aprizal, komisioner KPU Provinsi Jambi menjawab hal ini mengatakan bahwa sebagai syarat calon mereka yang merupakan kader partai tidak harus keluar dari partai masing masing. Alasannya karena syarat pencalonan perseorangan ini hanya dibuktikan dengan syarat bukti dukungan. Siapa saja boleh mencalonkan diri dengan catatan memenuhi syarat.

"Untuk perseorangan ini hanya dibuktikan dengan syarat bukti dukungan. Siapa saja boleh mencalonkan diri dengan catatan memenuhi syarat," ungkap Apnizal.

Penulis: dunan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help