Divonis Seumur Hidup,Dua Terdakwa Pembunuhan Indri Ajukan Banding

"Atas putusan tersebut Terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan banding," kata Ahmad Ridwan, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi, Rabu (11/7).

Divonis Seumur Hidup,Dua Terdakwa Pembunuhan Indri Ajukan Banding
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Kedua terdakwa pembunuhan Indri, mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Muarojambi, yang memvonis mereka seumur hidup 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kedua terdakwa kasus pembunuhan Indri, yang divonis majelis hakim seumur hidup, yaitu Irwandi alias Iwan dan Sofyan Hadi alias Bujang, melalui kuasa hukumnya melakukan banding.

"Atas putusan tersebut Terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan banding," kata Ahmad Ridwan, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi, Rabu (11/7).

Sebelumnya Selasa (3/7) lalu, kedua terdakwa divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Muarojambi. Ketua Hakim Persidangan, Dedi Muchti Nugroho, memvonis keduanya dengan pasal pasal 339 KUHP pidana Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca: Kasus Pembunuhan Dona Sitorus, Wirani Cs Divonis Seumur Hidup  

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan bahwa keputusan menyatakan banding oleh kuasa hukum terdakwa disampaikannya pada Selasa (10/7). Karena pihak terdakwa menyatakan banding, dan pihak kejaksaan melakukan kontra banding.

"Sesuai SOP pihak kejaksaan mengambil sikap melakukan kontra banding. Karena untuk kepentingan upaya hukum, apabila hasil putusan banding tidak sesuai tuntutan, kita bisa melakukan upaya hukum lanjutan yaitu kasasi," jelasnya.

Kedua terdakwa pembunuhan Indri, mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Muarojambi, yang memvonis mereka seumur hidup
Kedua terdakwa pembunuhan Indri, mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Muarojambi, yang memvonis mereka seumur hidup (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Terkait hal ini kata Ridwan, pihaknya sudah menerima pernyataan banding dari kuasa hukum terdakwa. Pihak kejaksaan sudah dibuat akta bandingnya.

"Untuk saat ini, kami sedang menyusun memori banding. Kami mempelajari konsepnya apa ada perbedaan persepsi antara tuntutan dan putusan pengadilan," ungkapnya.

Ditambahkannya, dari poin-poin banding yang dinyatakan terdakwa adalah terkait vonis yang oleh terdakwa dianggap tidak adil. (*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help