Bupati Pastikan Pembangunan Pasar Sengeti Terealisasi Tahun ini

"Sekarang pasar Sengeti masih dalam tahap. Karena itukan dana APBN pusat jadi nunggu DIPA turun, baru kita akan bangun," jelasnya.

Bupati Pastikan Pembangunan Pasar Sengeti Terealisasi Tahun ini
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Bupati Muarojambi, pastikan pembangunan Pasar Sengeti bisa direalisasikan tahun 2018 ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Bupati Muarojambi, Masnah Busro, memastikan bahwa Pasar Sengeti akan di bangun pada tahun ini. Hal ini disampaikannya seusai pelaksanaan upacara HUT Bhayangkara ke 72 di Polres Muarojambi, Rabu (11/7).

Pembangunan Pasar Sengeti Kabupaten Muarojambi menggunakan Dana Tugas Pembantuan (DTP) yang diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini kata Masnah, hanya tinggal menunggu dana DIPA dan jika sudah turun dari pusat maka akan langsung segera di bangun.

"Sekarang pasar Sengeti masih dalam tahap. Karena itukan dana APBN pusat jadi nunggu DIPA turun, baru kita akan bangun," jelasnya.

Baca: Buntu, Mediasi Petani dengan PT Kaswari yang Difasilitasi Pemkab Tanjabtim Diagendakan Ulang

Diketahui bahwa dana yang dianggarakan untuk pembangunan pasar sengeti adalah Rp6 miliar, dengan luas lahan yang disediakan oleh Pemkab seluas 1,8 hektare.

Meskipun tinggal beberapa bulan lagi untuk habis tahun 2018. Namun, Bupati Muarojambi, Masnah Busro optimis bahwa pasar sengeti akan di bangun pada tahun ini.

"Tahun ini pasar sengeti akan terealisasi," tutupnya.

Pasar Sengeti
Pasar Sengeti (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdaganga (Diskoperindag) Kabupaten Muarojambi, Nur Subiantoro mengatakan bahwa pembangunan Pasar Sengeti dengan tipe C ini harus sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan RI. Adapun Pasar tipe C memiliki 21 Kios, kemudian ada 200 los atau lapak pedagang.

"Ada tipe A, B, C, dan D, nah untuk pasar sengeti kita diberikan dana TP untuk tipe C, standarnya tipe C dengan anggaran Rp 6 miliar rupiah. Secara rinci adalah Rp 5,7 miliar rupiah, karena yang Rp 300 juta untuk perencanaan ,pengawasan, registrasi dan lainnya," ujarnya. (*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved