Aliran Sungai Ditutup, Anggota DPRD Bungo Bilang Kontraktor Jangan Seenaknya

Saya berharap penyempitan aliran sungai ini secepatnya dibuka sebelum menimbulkan dampak," pintanya.

Aliran Sungai Ditutup, Anggota DPRD Bungo Bilang Kontraktor Jangan Seenaknya
Tribun Jambi/Jaka HB
Daerah Pasar Atas Muarao Bungo jadi langganan banjir setiap kali turun hujan lebat 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dharmawan, anggota DPRD Bungo, angkat bicara terkait penutupan sebagian besar aliran sungai, dan menyisakan sekitar 10 meter saja, oleh kontraktor. Menurutnya, pihak kontraktor tidak bisa seenaknya saja menutup aliran sungai.

"Saya suda melihat langsung, pihak kontraktor sengaja menutup sebagian besar aliran sungai untuk alat berat menanam tiang pancang di tangah sungai," sebut Dharmawan.

Dipersempitnya aliran sungai kata Dharmawan, bisa berdampak terjadinya banjir bandang. Terlebih saat ini Kabupaten Bungo memasuki musim penghujan.

Baca: Antisipasi Menumpuknya Berkas Pendaftaran, KPU Bungo Siapkan Empat Tim

"Lebar sungai yang ratusan meter saja bisa menimbulkan banjir. Apalagi saat ini aliran sungai hanya tersisa sekitar 10 meter saja. Saya sangat yakin akan menimbulkan banjir," bilang politisi PKS ini.

Dharmawan mengatakan jika ulah kontraktor ini menimbulkan banjir bandang dan memakan korban, maka pihak kontraktorlah yang akan sepenuhnya bertanggungjawab.

"Jika hujan tiba, bisa kita bayangkan ribuan bahkan jutaan ton air yang akan mengalir. Jika tanah yang digunakan untuk menutup aliran sungai itu jebol, maka akan terjadi banjir bandang ," kata Dharmawan.

Baca: Suka-duka Andri Mardianto Mengelola Oleholehjambi.com, Baju Pembeli Pernah Ketumpahan Cuko

Dikatakan Dharmawan, pembangunan jembatan di tempat lain tidak pernah terlihat aliran sungai yang sengaja ditutup. Kebanyakan untuk alat beratnya menggunakan pompong atau alat bantu apung lainnya.

"Kontraktor yang ini sepertinya ingin kerja mudah tapi tidak memperhatikan dampaknya. Saya berharap penyempitan aliran sungai ini secepatnya dibuka sebelum menimbulkan dampak," pintanya.

Baca: Waktunya yang Muda Berkarya, Siti Rahma Mega, Mahasiswi UMB yang Daftar Caleg di Bungo

Anggota DPRD lainnya, M Mahili juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera memanggil pihak kontraktor dan instansi terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika memang melanggar aturan kata Mahili, kontraktor atau pihak terkait harus di tegur dan di ambil tindakan atau solusi supaya tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

“Kasihan daerah yang sudah bersusah payah mendapatkan alokasi bantuan dari pusat harus sia-sia di karnakan kesalahan kontraktor dalam pelaksanaannya,” tegas Wasekjen PAN ini.(*)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help