Membully Sama Sekali Tak Ada Untungnya

Penindasan atau yang sering disebut bullying, masih kerap terjadi saat ini. Justru, bullying sekarang banyak terjadi di sosial media.

Membully Sama Sekali Tak Ada Untungnya
instagram
Artis cantik, Marshanda batal menutup akun instagramnya. Sebelumnya, dia mengatakan akan menutup akun instagramnya lantaran capek di-bully. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penindasan atau yang sering disebut bullying, masih kerap terjadi saat ini. Justru, bullying sekarang banyak terjadi di sosial media.

Pengguna sosial media yang didominasi kaum milenial ini, kerap menjadi korban bullying atau bahkan menjadi pelaku bullying. Sayangnya perbuatan itu dilakukan oleh akun palsu atau fake account.

Beberapa kasus memang benar-benar diusut hingga pelaku mendapatkan hukuman. Hanya saja, tidak menjadi contoh agar yang lain jangan mengikuti. Bahkan pelaku bullying di sosial media malah semakin marak.

Lalu bagaimana para milenial ini sebaiknya menggunakan sosial media? Sobat Youngsters, Anggi memaparkan pendapatnya tentang perilaku membuly disosial media.

Anggi
Anggi (tribunjambi/nurlailis)

Menurutnya, membuly membuang waktu untuk hal yang sia- sia. Lebih baik mengurus urusan pribadi yang lebih penting dan bermanfaat dibanding mengurus urusan orang lain.

"Tidak ada untungnya membuly orang lain. Malah sebaliknya orang yang dibully biasanya mendapatkan keuntungan seperti menjadi lebih terkenal. Contohnya saja artis-artis yang biasa kita lihat di televisi baru baru ini. Bahkan terkadang mereka tidak terlalu mendengarkan omongan dan cacian orang-orang terhadapnya," ungkap presenter stasiun tv ini.

Sebaiknya kata Anggi, menggunakan sosial media untuk sesuatu yang bermanfaat. Contohnya berbagi informasi dan memberikan motivasi untuk orang-orang dengan berbagai keahlian yang kita punya dalam hal yang positif.

Jangan gunakan sosial media untuk hal yang negatif. Contohnya menjadikan sosial media untuk mengunggah foto atau video yang sifatnya negatif dengan menjatuhkan diri sendiri. Hingga merugikan bangsa Indonesia hanya untuk menjadi viral atau membuat diri terkenal.

Baca: Ini Peran Zumi Zola yang Dibeberkan KPK Dalam Kasus Suap DPRD Jambi

"Apa gunanya kita diberi pendidikan yang layak, dari TK,SD sampai perguruan tinggi, jika cara memposting kita bisa menjatuhkan harga diri, bahkan mempermalukan bangsa sendiri," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help