Dituding Lakukan Pungutan Liar, Begini Penjelasan Kepsek SMPN 12 Sungai Bahar

Salah satu akun facebook dengan nama Naz memposting adanya dugaan pungutan liar dalam pembayaran biaya pendaftaran ulang.

Dituding Lakukan Pungutan Liar, Begini Penjelasan Kepsek SMPN 12 Sungai Bahar
Facebook
akun facebook bernama Nas 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Salah satu akun facebook dengan nama Naz memposting adanya dugaan pungutan liar dalam pembayaran biaya pendaftaran ulang kelas 8 dan kelas 9 di salah satu SMPN Sungai Bahar.

Saat di konfirmasi oleh Tribunjambi.com melalui pesan whatsaap, Ia mengatakan bahwa kutipan dari sekolah tersebut sebesar Rp 150 ribu per siswa.

"Ya ada kutipan Rp 150.000/siswa kelas 8 - 9 di SMPN 12 S Bahar," ujarnya melalui pesan whatsapp, Selasa (10/7).

Selain itu, Ia juga mengirimkan kwitansi pembayaran yang mana mencantumkan besaran uang yang dibayar oleh salah satu siswa sebesar Rp 150 ribu. Dengan menuliskan uang tersebut untuk pembayaran Daftar Ulang (Pembayaran komite Juli-Agustus Rp. 100 ribu dan uang muka LKS Rp. 50 ribu).

Terkait hal tersebut, Tribunjambi.com mencoba untuk mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMPN 12 Sungai Bahar. Edi, Selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa pembayaran tersebut bukan lah pungutan, melainkan memang uang untuk pembayaran komite dan uang LKS.

"Itu uang komite sama uang muka LKS, bukan uang daftar ulang. Anak-anak di sini sebelum-sebelumnya dikenakan uang komite," ujarnya melalui via telepon.

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwaa uang tersebut dipergunakan untuk membayar tenaga honorer yang ada di SMPN 12 Sungai Bahar.

Kata Edi, dari sekitar 42 tenaga sekolah, hanya ada sekitar 16 tenaga sekolah yang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Jadi selebihnya itu dibayar oleh uang komite. Sebetulnya uang komite ini sudah lama, mungkin di redaksi itu di bikin uang daftar ulang sekian, di situ salah redaksi itu," ungkapnya

"Saya kan baru disitu, sebelum-sebelumnya uang komite itu ada. Per bulan komite itu Rp 50 ribu, inikan dibayar dua bulan jadi Rp. 100 ribu, terus ada uang muka LKS Rp 50 ribu. Ini bukan pungutan, ini uang komite yang mengolah juga orang komite bukan saya," tutupnya.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help