Pertumbuhan BPR di Jambi Menggembirakan, Tingkat NPL Belum Memuaskan

Endang Nuryadin, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jambi mengatakan, kinerja BPR Jambi tumbuh positif.

Pertumbuhan BPR di Jambi Menggembirakan, Tingkat NPL Belum Memuaskan
DOK TRIBUN JAMBI
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Endang Nuryadin, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jambi mengatakan, kinerja BPR Jambi tumbuh positif.

"Kinerja BPR perkembangannya cenderung mengalami peningkatan, aset tumbuh sebesar 10,04 persen, yaitu dari Rp 791 miliar menjadi Rp 870 miliar pada akhir Mei 2018 (yoy)," ujar Endang.

Sedangkan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 6,44 persen dari Rp 588 miliar menjadi Rp 626 miliar. Hal tersebut diikuti dengan pertumbuhan kredit sebesar 12,39 persen, yaitu dari Rp578 miliar menjadi Rp649 miliar pada Mei 2018 (yoy).

"Berdasarkan data tersebut kita tahu bahwa mayoritas sumber penghimpunan dana BPR berasal dari deposito yaitu sebesar Rp 497 miliar, diikuti tabungan sebesar Rp91 miliar," jelasnya.

Tetapi terlepas dari kinerja BPR yang positif, masih terdapat sejumlah tantangan yang mesti dihadapi oleh BPR, baik secara internal maupun eksternal.

Tantangan eksternal yang dihadapi adalah persaingan yang semakin meningkat dalam industri perbankan, dan juga tingkat kemampuan debitur membayar kredit.

Nilai kredit yang tidak mampu dibayarkan oleh debitur atau non performing loan (NPL) pada sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Jambi masih cukup tinggi. Tingkat NPL bahkan telah berada pada zona tidak aman.

PH Manik, Ketua Perbarindo Provinsi Jambi, mengatakan, NPL di sejumlah BPR di Jambi berada di atas 5 persen, dan bahkan ada yang dua digit. Namun dia enggan merinci NPL dari setiap BPR yang tergabung di Perbarindo.

Untuk mengatasi masalah NPL, sejumlah BPR di Jambi telah melakukan berbagai kebijakan baik internal maupun eksternal. Secara eksternal, BPR melakukan pendekatan penagihan secara persuasif. Dari sisi internalnya, BPR meningkatkan kompetensi sumber daya manusia terutama pada bagian analisis kredit.

"Edukasi bukan saja sebagai penambah pengetahuan namun juga dalam rangka pencegahan pada kredit bermasalah untuk kredit baru. Kita selesaikan secara kekeluargaan, jika memang kita lihat kondisi debiturnya tidak mampu lagi, namun jika memang karakter debitur yang tidak mau membayar maka terpaksa kita ambil jalur hukum,” katanya.

Dia mengatakan, sepanjang 2017 NPL BPR Provinsi Jambi rata-rata 9,63 persen, menurun dari tahun sebelumnya yaitu 12 persen. Setiap tahun nilai NPL selalu menurun .

“Pernah di angka 14 persen, lalu turun hingga sampai rata-rata 9 persen. Angka 14 persen itu waktu kondisi sawit dan karet yang sangat anjlok tahun 2015. Kita jagalah agara kualitas kredit ke depan tetap terjaga,” ujarnya. (*)

Penulis: suang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved