Banyak Bencana Akibat PETI, Warga Pangkalan Jambu Kembali Garap Lahan Bekas PETI Jadi Sawah

Lahan eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tak selalu menyeramkan. Bahkan ada masyarakat yang memanfaatkan lahan tersebut.

Banyak Bencana Akibat PETI, Warga Pangkalan Jambu Kembali Garap Lahan Bekas PETI Jadi Sawah
tribunjambi/herupitra
Aktivitas PETI yang terjadi di Pangkalan Jambu, beberapa waktu lalu diduga penyebab keruhnya air sungai Batang Masumai 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Lahan eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tak selalu menyeramkan. Bahkan ada masyarakat yang memanfaatkan lahan tersebut untuk menafkahi keluarganya.

Seperti yang dilakukan oleh warga di Kecamatan Pangkalan Jambu dan kecamatan Sungai Manau. Di sana lahan sawah yang sebelumnya digarap menjadi lahan peti kini kembali digarap menjadi lahan sawah.

Menurut warga Pangkalan Jambu, dengan digarapnya lahan bekas PETI ini, dirinya berharap bisa mengurangi beban Ekonomi, dan padi yang ditanam bisa tumbuh seperti sebelumnya.

"Sebagian padi tidak sesubur dulu bang, mungkin karena humus tanah berganti, bagusnya lahan ini harus ditimbun pakai tanah mungkin padi bisa subur seperti dulu" kata Tahar warga Pangkalan Jambu.

Penanaman lahan eks PETI ini dipantau langsung oleh Bupati Merangin Al Haris. Menurut Al Haris, di Merangin ada ratusan hektare lahan sawah yang menjadi lahan tambang emas ilegal ini.

"Ratusan hektare yang di garap kini sudah kembali hijau, ini murni kesadaran moral masyarakat akan penting sawah," kata Al Haris pada sejumlah wartawan, Senin (9/7).

Sejak dijadikan lahan PETI , banyak masyarakat Merangin yang menjadi korban, seperti banjir, longsor dan bencana lainnya. Dengan adanya lahan PETI di jadikan sawah, Pemerintah Daerah berharap bisa menghindari terjadi bencana Alam.

"Ketika Bencana banyak korban bahkan ada yang meninggal, kami Pemerintah mendukung kesadaran Masyarakat," pungkasnya.

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved